News Update :

Dahlan Iskan Terlupakan Kecelakaan, Karena Temuan Obat Diabetes dan Kolesterol

Senin, 07 Januari 2013

Jakarta | acehtraffic.com- Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan mengatakan banyak pelajaran dari kecelakaan mobil listrik Tucuxi yang dikendarainya di Tawangmangu. Meski Tucuxi ringsek, Dahlan tak mengalami luka serius.
 "Tapi, lupakan dulu soal kecelakaan di lereng Gunung Lawu Sabtu sore lalu," begitulah tulisan Dahlan dalam artikel Manufacturing Hope 59, Senin, 7 Januari 2013.

Dahlan mengatakan insiden Tucuxi akan dibahas dalam kesempatan lain. Sekarang ini, Dahlan menyampaikan kejutan dari Universitas Padjadjaran, Bandung, khususnya Fakultas Farmasi. "Di universitas itu baru saja ditemukan dua macam obat yang sangat penting bagi dunia: obat kolesterol dan diabetes!"

Tim Unpad yang menemukan obat kolesterol dan diabetes pertama berbasis nonkimia itu dipimpin Keri Lestari Dandan. Mereka sepakat bersama BUMN untuk mewujudkan penemuan itu bagi Indonesia dan dunia.

Berita penemuan ini, Dahlan menulis, sudah menyebar luas ke kalangan farmasi dunia. Doktor Keri diincar banyak negara. Yang paling serius adalah Korea Selatan. Maklum, obat yang ditemukan Dr Keri bukan saja paling banyak diperlukan masyarakat, melainkan yang pertama tanpa menggunakan bahan kimia.

Obat temuan Dr Keri ini berbasis alami. Bahan bakunya adalah buah pala. Ia sudah langsung memprosesnya sebagai obat fitofarmaka, yakni obat tradisional dari bahan alam yang dapat disetarakan dengan obat modern karena proses pembuatannya telah terstandar, ditunjang bukti ilmiah sampai uji klinik pada manusia. Biasanya bahan-bahan alami diolah sebatas untuk jamu atau herbal dan paling tinggi herbal terstandar.

Dahlan menambahkan, obat herbal itu akan diproduksi pada 17 Agustus 2013. BUMN, Dahlan menambahkan, sudah menugasi PT Kimia Farma (Persero) Tbk untuk memproduksi dan memasarkannya. Direktur Utama Kimia Farma, Rusdi Rosman, yang juga lulusan Fakultas Farmasi Unpad, sudah menyanggupinya.

Obat antikolesterol adalah obat kedua yang paling banyak dibutuhkan masyarakat, mencapai 15 persen. Sedangkan obat diabetes berada di urutan ketiga yang mencapai 12 persen. Urutan pertama adalah obat kanker, 18 persen. 
"Kami bertekad tidak perlu lagi impor obat kolesterol dan diabetes yang begitu besar. Bahkan, kita harus ekspor. Maka kami putuskan, Agustus tahun ini jadi tonggaknya!" kata Dahlan.| AT | R | TEMPO|
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016