Banda
Aceh | acehtraffic.com- Badan eksekutif mahasiswa IAIN Ar-Raniry Banda Aceh
memberikan apresiasi terhadap himbauan Walikota Lhokseumawe mengenai larangan
duduk ngangkang di sepeda motor yang
memicu pro dan kontra itu. Kamis 10 Januari 2013. Namun syariat islam bukan hanya bicara urusan Selangkangan.
BEMA
IAIN Ar-Raniry tergugah untuk merespon dengan alasan begitu banyak media-media
menyudutkan persoalan ini dari local, nasional bahkan dunia internasional.
,” Kami mengkaji bahwa himbauan ini memberikan nilai positif pada masyarakat dan mengangkat harkat martabat wanita yang sangat dimuliakan dalam Islam,” Ujar Menteri Advokasi Mahasiswa Juanda Thayeb Sawang
,” Kami mengkaji bahwa himbauan ini memberikan nilai positif pada masyarakat dan mengangkat harkat martabat wanita yang sangat dimuliakan dalam Islam,” Ujar Menteri Advokasi Mahasiswa Juanda Thayeb Sawang
Menurut
sang menteri advokasi ini himbauan itu salah satu langkah kongkrit untuk
memperbaiki degradasi moral yang terjadi saat ini di Aceh. “ Kami memberikan
apresiasi besar kepada Walikota Lhoksemawe dan Muspika Lhoksemawe yang telah
berani mengambil kebijakan posistif namun mendapat tantangan yang luar biasa
oleh berbagai kalangan,” Sebut Juanda.
Juanda
juga langsung mengambil kesimpulan tanpa membuat penelitian serta kajian
mendalam, bahwa permasalahan moralitas, katanya, sedikit telah terjawab dalam himbauan walikota yang
melarang wanita duduk ngangkang di sepeda motor, berciuman serta berpelukan di
sepeda motor ataupun dalam mobil?
Himbauan
ini seharusnya harus diikuti oleh pemerintah kota dan kabupaten lainnya di Aceh
demi memperbaiki moralitas masyarakat
Aceh saat ini, bahkan banyak hal lain yang masih sangat diperlukan seperti jam
malam untuk wanita yang tidak berkepentingan luar.
Selaku
daerah yang menerapkan syariat islam sudah saatnya untuk kita menunjukan etika
dan budaya easternisasi serta menyisihkan westernisasi yang selama ini terus mengkontaminasi
budaya Aceh.
Dia
juga berharap pemimpin-pemimpin Aceh harus berani mengambil kebijakan yang
positif untuk masyarakat, namun juga harus diingat bahwa syariat islam tidak
hanya bicara mengenai “Selangkangan”
Namun
juga berbagai aspek lainnya seperti politik, social, pendidikan, ekonomi dan
hal-hal lainya yang menyangkut dengan
kehidupan masyarakat.| AT | RD | RI|
