Medan | acehtraffic.com – Awak truk angkutan barang dari Medan menuju Aceh lagi-lagi resah, pasalnya bajing loncat semakin menggila beraksi di sepanjang jalan lintas Medan Aceh, Rabu 16 Januari 2013.
Berdasarkan pengakuan Arul salah seorang awak truk yang tergabung dalam Persatuan Sopir Angkutan Barang Aceh, kejadian paling parah terjadi di Tanjung Beringin dan Tanjung Pura, Besitang dan Brandan, Kabupaten Langkat, Medan. "sebenarnya jalan lintas Medan sudah dikuasai bajing mulai perbatasan Aceh hingga Jalan Baru Megawati" Kata Arul.
Dia juga mengatakan hingga saat ini tidak ada upaya yang dapat dilakukan oleh sopir dan kernet truk barang, seperti membawa parang karena bakal ditangkap oleh polisi yang dituding oleh para awak truk membekengi para bajing.
Mereka mencontohkan kejadian yang terjadi beberapa waktu lalu di Tanjung Beringin, sebuah truk barang menuju Aceh melaju sedikit cepat diikuti oleh bajing yang menggunakan sepeda motor dibelakangnya.
Tidak lama kemudian, salah seorang penumpang dari sepeda motor tersebut dengan terampil bak seorang ninja bergelantungan dibadan truk. Sementara kernet (kondektur) yang telah siaga dan waspada penuh duduk seorang diri di atas tumpukan barang dengan sebilah parang panjang yang siap dihunuskan ke tubuh bajing loncat mengancam memilih loncat atau dilibas. Nyali bajing loncat tersebut serta merta ciut dan tanpa berpikir panjang segera melompat dari truk.
Namun bukannya mendapatkan perlindungan dari kepolisian, setibanya di pos polisi Tanjung Beringin, tanpa basa-basi truk tersebut lansung distop dan ditangkap karena membawa senjata tajam. Sementara truk-truk lain menurut pengakuan awak truk tersebut terbebas dari razia tanpa diperiksa sehingga menimbulkan kecurigaan, polisi ikut bermain dengan bajing loncat.
"Bukan sweeping tapi khusus menangkap truk kami, sedangkan mobil lain jalan terus. Masak khusus kami yang diperiksa kalo bukan polisi itu bajing?" Kata Safwad sopir truk asal Lhokseumawe.
Namun truk barang mereka kembali dilepaskan, setelah ketua himpunan mobilisasi barang di darat mengancam akan mempublikasi ke media.
"Bila tidak dilepas berarti polisi disini semua bajing kami naikkan kemedia" Katanya meniru kata Simajuntak yang membela awak truk. Tudingan miring tersebut dialamatkan kepada polisi disepanjang jalan lintas perbatasan Aceh Medan.
"Bila tidak dilepas berarti polisi disini semua bajing kami naikkan kemedia" Katanya meniru kata Simajuntak yang membela awak truk. Tudingan miring tersebut dialamatkan kepada polisi disepanjang jalan lintas perbatasan Aceh Medan.
Menangggapi hal tersebut Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol Gustav Leo mengatakan kejadian yang menimpa awak truk diwilayah hukum Polda Aceh harus dilaporkan kepada kepolisian terdekat untuk ditangani lebih lanjut dan diberi perlindungan.
Gustav Leo juga mengakui pihaknya belum mendapatkan laporan dari awak truk perihal maraknya bajing loncat di perbatasan Aceh tersebut. Ia mengharapkan agar para awak truk segera melaporkan ke pos polisi terdekat dan jika tidak dilayani atau malah ditertawakan segera laporkan polisi tersebut.
“Kalau ada masalah pidana saya menyarankan agar menyampaikan kepada kepolisian terdekat, itu akan ditindak lanjuti.” Kata Gustav Leo.
Ia melanjutkan, “kalau tidak ditindak lanjuti itu lain prosesnya, polisi pun bisa diproses, apalagi masalah nyawa atau menyangkut kerugian materil,” kata Humas Polda Aceh itu.
hingga berita ini diturunkan, Polres Langkat atau Polda Medan belum berhasil di hubungi karena terkendala alasan klasik "Mohon Izin Dan". | AT | IS | HR |
Baca Juga:
Bajing Loncat Tambah Parah, Hajar Truk Jurusan Aceh
Bajing Kuasai Lintas Sumatera Aceh, Truk Dirampok, Polisi Tertawa
Baca Juga:
Bajing Loncat Tambah Parah, Hajar Truk Jurusan Aceh
Bajing Kuasai Lintas Sumatera Aceh, Truk Dirampok, Polisi Tertawa


