Lhokseumawe | acehtraffic.com –
Tanpa terasa, 8 tahun sudah berlalu, tanggal 26 Desember merupakan hari yang
bersejarah bagi masyarakat Aceh, dimana pada saat itu Aceh diguncang oleh gempa
yang maha dahsyat dan disusul dengan terjadinya tsunami yang meluluhlantakkan
seluruh daratan di tanah Bumi Rencong ini.
Kesedihan, tangisan dan bahkan
jeritan pun menjadi satu ketika bencana itu datang. Dibalik semua bencana
tersebut, ada hikmah lainnya yang dirasakan oleh masyarakat Aceh, yaitu
terjadinya perdamaian yang hakiki.
Hari ini, Kamis 26 Desember 2012
merupakan hari tragedi Tsunami Aceh yang ke 8 tahun. Dimana pada hari ini
diseluruh sudut kota Lhokseumawe terlihat bendera berkibar setengah tiang.
Namun entah petugas lupa atau
terlambat informasi, bendera berkibar penuh di Pendopo Bupati Aceh Utara,
sementara disejumlah kantor dan badan lainnya di Aceh Utara dan Lhokseumawe
dalam kondisi berkabung.
Adrian, pria berperawakan kurus,
yang ditemui acehtraffic.com di jalan perniagaan Kota Lhokseumawe, ia
mengatakan peristiwa bencana tsunami masih sangat membekas di benaknya. ,”Saya
tidak bisa lupa dengan peristiwa itu,” Ujarnya sambil tersenyum.| AT | AG |


