![]() |
| Rudal NATO di Perbatasan Suriah |
Moskow | Acehtraffic.com - Rusia mengkritik
NATO yang telah menempatkan rudal-rudal di sepanjang perbatasan Turki dengan
Suriah, menandakan upaya organisasi tersebut untuk campur tangan dalam krisis
Suriah.
Duta Besar Rusia untuk NATO,
Alexander Grushko, membuat pernyataan pada hari Jumat 7 Desember 2012, tiga
hari setelah aliansi 28-anggota menyetujui permintaan Turki untuk meluncurkan rudal
kepermukaan udara di sepanjang perbatasan dengan Suriah.
"Ini bukan ancaman bagi
kami, tapi ini adalah indikasi bahwa NATO bergerak menuju keterlibatan dan
hanya itu," kata Grushko kepada wartawan.
"Kami melihat bahaya
keterlibatan lebih lanjut dari NATO ke dalam situasi di Suriah sebagai akibat
dari provokasi atau beberapa insiden perbatasan," tambah Grushko.
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey
Lavrov sebelumnya telah memperingatkan bahwa peluncuran rudal bisa memicu
kebakaran regional dan konflik bersenjata yang melibatkan NATO.
Grushko juga menolak tuduhan
bahwa Damaskus berencana untuk menggunakan senjata kimia terhadap dugaan
pemberontak melawan pasukan pemerintah.
Wakil Menteri Luar Negeri Suriah,
Faisal Megdad menggambarkan keputusan NATO untuk menempatkan stasiun rudal di
Turki sebagai "provokatif."
"Langkah Turki dan dukungan
NATO untuk itu adalah langkah provokatif, bagian dari perang psikologis
terhadap Suriah," kata Megdad Kamis 6 Desember 2012.
Pejabat Suriah juga menekankan
bahwa penyebaran rudal tidak akan mempengaruhi Presiden Suriah untuk melawan
"teroris" melawan pemerintahnya.
Selanjutnya, Megdad
memperingatkan terhadap "bencana" konsekuensi dari setiap intervensi
militer di Suriah. China juga menyatakan bahwa penyebaran tidak memberikan
kontribusi bagi perdamaian dan stabilitas di kawasan itu. | AT | H | Press TV |

