Banda Aceh | acehtraffic.com – Terjadinya pengancaman bunuh terhadap salah seorang kontributor RCTI, Ivo Lestari saat melakukan peliputan terhadap illegal logging. menunjukkan bahwa masih ada yang doyan dengan kriminalitas. Minggu, 16 Desember 2012.
Pernyataan tersebut diungkapkan oleh pengamat Keamanan dan Politik Aceh, Aryos Nivada ketika diwawancarai The Aceh Traffic. Menurut Aryos, yang sangat disayangkan, masih ada pihak-pihak yang tidak senang dengan kebenaran ditegakkan, khususnya dalam persoalan illegal logging.
“Biasanya orang yang tidak senang tersebut adalah oknum aparat keamanan dan mantan kombatan, tapi semuanya itu kita harus serahkan kepada Kepolisian,” Ujar Aryos.
Dalam mengungkapkan kasus tersebut, Aryos meminta kepada Kepolisian untuk memberikan rasa aman kepada Ivo Lestari dan harus tegas serta transparan dalam mengungkap siapa dalangnya pelaku pengancaman tersebut.
Aryos menambahkan, yang harus difahami wartawan adalah pejuang dalam menegakan kebenaran. serta agent of change dalam merubah sebuah keadaan melalui tulisan.
,”Saya menyarankan agar pelaku harus sadar bahwa wartawan adalah pilar yang mendukung kemajuan sebuah pembangunan serta penyampai informasi kepada masyarakat,”
Selain itu, Aryos juga menyarankan jurnalis harus berani menuntut keadilan dan bukan hanya selesai sebatas damai saja. Akan tetapi proses hukum harus menjadi panglima terdepan. “Biarkan saja pelaku dihukum, sehingga ada efek jera,” katanya./
Apabila Kepolisian mampu mengusut kasus ini, sambung Aryos, maka wartawan dengan pihak Kepolisian akan semakin bermitra dan mengakar nilai hubungan emosionalnya serta saling membantu dalam mengungkapkan kasus tertentu.| AT | AG | RI |
Pernyataan tersebut diungkapkan oleh pengamat Keamanan dan Politik Aceh, Aryos Nivada ketika diwawancarai The Aceh Traffic. Menurut Aryos, yang sangat disayangkan, masih ada pihak-pihak yang tidak senang dengan kebenaran ditegakkan, khususnya dalam persoalan illegal logging.
“Biasanya orang yang tidak senang tersebut adalah oknum aparat keamanan dan mantan kombatan, tapi semuanya itu kita harus serahkan kepada Kepolisian,” Ujar Aryos.
Dalam mengungkapkan kasus tersebut, Aryos meminta kepada Kepolisian untuk memberikan rasa aman kepada Ivo Lestari dan harus tegas serta transparan dalam mengungkap siapa dalangnya pelaku pengancaman tersebut.
Aryos menambahkan, yang harus difahami wartawan adalah pejuang dalam menegakan kebenaran. serta agent of change dalam merubah sebuah keadaan melalui tulisan.
,”Saya menyarankan agar pelaku harus sadar bahwa wartawan adalah pilar yang mendukung kemajuan sebuah pembangunan serta penyampai informasi kepada masyarakat,”
Selain itu, Aryos juga menyarankan jurnalis harus berani menuntut keadilan dan bukan hanya selesai sebatas damai saja. Akan tetapi proses hukum harus menjadi panglima terdepan. “Biarkan saja pelaku dihukum, sehingga ada efek jera,” katanya./
Apabila Kepolisian mampu mengusut kasus ini, sambung Aryos, maka wartawan dengan pihak Kepolisian akan semakin bermitra dan mengakar nilai hubungan emosionalnya serta saling membantu dalam mengungkapkan kasus tertentu.| AT | AG | RI |

