News Update :

Maki Gurunya Dengan Kata “Papma”, Hidung Seorang Siswa Mimisan Ditampar Gurunya

Jumat, 14 Desember 2012



Lhokseumawe | Acehtraffic.com - Terkait tindak kekerasan yang dialami siswa kelas I SMKN 4 Gampoeng Ulee jalan, Kecamatan Banda sakti kota Lhokseumawe yang ditampar oleh seorang guru sekolah tersebut, kemarin siang, Kamis 13 desember 2012. 

Pihak sekolah menyayangkan berita yang keluar hari ini dibeberapa media bahwa seolah-olah telah terjadi penganiayaan yang cukup berat, seperti pemukulan sampai babak belur padahal berdasarkan pengakuan wakil kepala sekolah bagian humas, Muhadi faktanya guru tersebut hanya menamparnya.

Menurut keterangan yang didapat dari para guru di sekolah itu, Jum’at 14 desember 2012, siswa kelas I tersebut Helmi (16) mempunyai penyakit mimisan sehingga jika ditampar sedikit saja akan mengeluarkan darah dihidungnya.

“Yang keluar itu darah mimisan bukan darah yang keluar dari bibir atau dampak pukulan, tidak heboh seperti yang dibayangkan,” Ujar wakil kepala sekolah bagian humas tersebut. 

Muhadi menilai dampak persoalan moral hari ini menjadi bahan yang layak untuk dibincangkan. “ketika guru dimaki oleh muridnya, meskipun itu menjadi kebiasaan sehari-hari apakah makian tersebut masih dianggap suatu kewajaran?” tanyanya.

Sebelumnya, Helmi (16) yang juga berdomisili di Gampoeng Ulee jalan bersama-sama temannya bercanda diluar kelas ketika jam belajar berlangsung, tidak lama kemudian M. Jamil guru PPKN di sekolah itu berjalan melewati mereka.

Suasana didalam kelas di SMKN 4 Lhokseumawe ketika guru tidak masuk kedalam kelas, Jum'at 14 Desember 2012
Secara halus telinga M. Jamil mendengar makian (papma) yang seolah-olah ditujukan kepadanya dan ia tidak langsung menggubrisnya. Lalu ucapan “papma” kembali dilontarkan oleh siswa tersebut dengan suara yang agak keras sehingga membuat daun telinga Jamil panas dan menuju kearah mereka.

M. jamil sempat menegurnya sehingga sempat terjadi perdebatan, lalu Ia meluapkan kemarahannya dengan menampar pipi Helmi tanpa perlawanan dan kontan saja darah mimisan keluar dari kedua lubang hidung siswa tersebut.

Tidak terima dengan sikap M. Jamil, siswa tersebut langsung pulang kerumahnya yang tidak jauh dari lokasi sekolah itu dan memberitahukan kepada keluarganya. Tak berlangsung lama pihak keluarganya mengunjungi sekolah tersebut dan mencari guru yang telah menampar anaknya sembari mengeluarkan kata-kata yang tidak senonoh dilingkungan sekolah itu dan telah melaporkan kasus tersebut ke polsek Banda sakti.

Namun Kapolsek Banda Sakti Iptu Tris Zeno mengupayakan agar masalah tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Hingga berita ini diturunkan, kasus tersebut telah diselesaikan secara damai (kekeluargaan) di kantor polsek Banda Sakti Lhokseumawe.

Sebulan yang lalu, November 2012 disekolah tersebut juga pernah terjadi tindak kekerasan, seorang siswa menyerang gurunya, namun guru tersebut tidak melaporkannya ke polisi karena masih dianggap anak didiknya. 

Pemukulan itu berawal ketika murid tersebut ditegur dia membangkang dan balik menyerang gurunya. Tapi peristiwa tersebut tidak sampai dilaporkan ke kepolisian. | AT | HR | Foto Ilustrasi |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016