
Banda Aceh | acehtraffic.com - Gubernur Aceh Zaini Abdullah membuka Kongres I Komite Mahasiswa Pemuda Aceh (KMPA) di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Jumat 21 Desember 2012
Pembukaan kongres untuk memilih pengurus baru KMPA kemarin, dimeriahkan penampilan tarian Isiin Ulao dari Sanggar Marahewa, Kabupaten Simelue.
Gubernur pada kesempatan itu mengatakan, peran pemuda dan mahasiswa dalam perjalanan sejarah Aceh sangat dominan dan monumental. Pemuda merupakan suatu indentitas dan penerus perjuangan generasi terdahulu untuk mewujudkan cita-cita bangsa.
Menurut Dr Zaini, permasalahan pemuda di Aceh dilandasi pada dua hal yaitu krisis identitas dan kepemimpinan. Ini persoalan mendasar yang harus segera diselesaikan. Kongkres KMPA harap Zaini menjadi penyemangat dalam mengembalikan identitas pemuda dan kepemimpinan pemuda.
Sebelumnya, Plt Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPA KMPA, Hendra Fauzi mengatakan, KMPA bukan organisasi ekslusif. Wadah ini juga untuk menjaga semangat persaudaraan, keadilan, kesatuan, dan persatuan Aceh sebagaimana amanah MoU Helsinki dan UUPA. “KMPA tidak memihak satu kepentingan politik, tapi berada pada semua kepentingan untuk Aceh yang lebih baik,” ujar Hendra.
Menurut Hendra, sudah tujuh tahun demokrasi dan perdamaian dijalani, namun masih banyak aturan hukum belum dituntaskan serta dijalankan sebagaimana mestinya baik yang menjadi kewenangan pemerintah Acehmaupun pemerintah Indonesia. “Kita menilai dengan seksama bahwa tantangan pedamaian dan demokrasi yang sama-sama kita perjuangkan tidaklah ringan di masa mendatang,” ujar Hendra.
Sementara Presidium Dewan KMPA, Ermiady mengatakan, KMPA adalah gerakan pemuda dan mahasiswa Aceh yang bertujuan membina dan melakukan kaderisasi generasi muda Aceh, dalam membantu serta mendorong terwujudnya kemakmuran rakyat Aceh. “KMPA harus mempersiapkan kader dan anggotanya untuk menguasai semua cabang ilmu dan menguasai teknologi,” ujar Ermiady.|
Pembukaan kongres untuk memilih pengurus baru KMPA kemarin, dimeriahkan penampilan tarian Isiin Ulao dari Sanggar Marahewa, Kabupaten Simelue.
Gubernur pada kesempatan itu mengatakan, peran pemuda dan mahasiswa dalam perjalanan sejarah Aceh sangat dominan dan monumental. Pemuda merupakan suatu indentitas dan penerus perjuangan generasi terdahulu untuk mewujudkan cita-cita bangsa.
Menurut Dr Zaini, permasalahan pemuda di Aceh dilandasi pada dua hal yaitu krisis identitas dan kepemimpinan. Ini persoalan mendasar yang harus segera diselesaikan. Kongkres KMPA harap Zaini menjadi penyemangat dalam mengembalikan identitas pemuda dan kepemimpinan pemuda.
Sebelumnya, Plt Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPA KMPA, Hendra Fauzi mengatakan, KMPA bukan organisasi ekslusif. Wadah ini juga untuk menjaga semangat persaudaraan, keadilan, kesatuan, dan persatuan Aceh sebagaimana amanah MoU Helsinki dan UUPA. “KMPA tidak memihak satu kepentingan politik, tapi berada pada semua kepentingan untuk Aceh yang lebih baik,” ujar Hendra.
Menurut Hendra, sudah tujuh tahun demokrasi dan perdamaian dijalani, namun masih banyak aturan hukum belum dituntaskan serta dijalankan sebagaimana mestinya baik yang menjadi kewenangan pemerintah Acehmaupun pemerintah Indonesia. “Kita menilai dengan seksama bahwa tantangan pedamaian dan demokrasi yang sama-sama kita perjuangkan tidaklah ringan di masa mendatang,” ujar Hendra.
Sementara Presidium Dewan KMPA, Ermiady mengatakan, KMPA adalah gerakan pemuda dan mahasiswa Aceh yang bertujuan membina dan melakukan kaderisasi generasi muda Aceh, dalam membantu serta mendorong terwujudnya kemakmuran rakyat Aceh. “KMPA harus mempersiapkan kader dan anggotanya untuk menguasai semua cabang ilmu dan menguasai teknologi,” ujar Ermiady.|
Dua Nama Calon Sekjen
SEMENTARA itu, peserta Kongres sudah menggadang-gadang nama calon yang akan dipilih menjadi Sekjen. Sumber Serambi di arena Kongres menyebutkan, nama-nama yang muncul adalah, Hendra Fauzi dan Taufik Abdullah, serta beberapa nama lain.
“Ada DPW yang menyebutkan dua nama tersebut,” ujar seorang sumber. Meskipun belum baku, mekanisme pemilihan Sekjen ditentukan oleh peserta kongres. Sekjen akan dipilih oleh perwakilan 23 DPW KMPA Se-Aceh. | AT | R | Serambi|
