News Update :

Aceh Utara Daerah Penghasil Gas, Rakyat Miskin ; Soe Salah ? (siapa yang salah)

Minggu, 16 Desember 2012


Aceh Utara | acehtraffic.com- Kabupaten Aceh Utara, dulunya dikenal sebagai daerah penghasil minyak dan gas (Migas). Karena terdapat sejumlah pabrik vital, seperti ExxonMobil, PT. Arun LNG, PT PIM, PT AAF dan PT KKA. Namun, keberadaan pabrik vital itu tidak sedikit pun berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat Aceh Utara.


Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib, akrab disapa Cek Mad, mengatakan, Aceh Utara yang pernah mendapatkan julukan daerah petro dollar, sebagai penghasil Migas di wilayah Provinsi Aceh. Saat ini hasil produksi Migas semakin menurun tingkat kemiskinan pun semakin tinggi.

 “Tapi selama beroperasi pabrik vital itu, belum mampu mengatasi kemiskinan masyarakat Aceh Utara,”Ucap Bupati Muhammad Thaib, saat membuka Musrenbang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) tahun 2012-2017, di Aula Bappeda setempat, kemarin sebagaimana dilansir Koran Rakyat Aceh, Sabtu 15 Desember 2012.

Menurutnya, sesuai data dari BPS tahun 2011, bahwa masyarakat miskin Aceh Utara berjumlah 124.662 jiwa atau 22,89 persen. Sementara jumlah warga Aceh Utara dari 27 kecamatan tersebar di 852 gampong mencapai 587.440 jiwa.

Sebut dia, untuk masyarakat yang tidak mempunyai pekerjaanpun masih banyak terutama di daerah pedesaan mencapai 27.417 jiwa atau 12,78 persen.

Kemudian, menyangkut bidang pendidikan terutama permasalahan mutu hingga saat ini masih perlu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Daerah (Pemda). Tentunya, untuk meningkatkan kompetensi guru dan daya saing lulusan.

Selain itu, lanjutnya, terhadap kondisi kesehatan masyarakat di daerah terpencil belum optimal, karena masih ada puskesmas yang perlu ditingkatkan menjadi puskesmas rawat inap.

Selanjutnya, kurangnya ketersediaan ambulace, alat-alat kesehatan dan tenaga medis. Akibatnya, kondisi itu telah menyebabkan angka kematian ibu melahirkan masih tinggi 186 per 100.000 kelahiran hidup.

Tidak hanya itu, bupati juga mengakui,saat ini kondisi infrastruktur terutama jalan dan jembatan masih banyak mengalami rusak parah. Kondisi itu, membuat mobilitas hasil-hasil pertanian menjadi terganggu.

 “Infrastruktur jaringan irigasi kurang baik menyebabkan produktifitas padi masih rendah yaitu 5,6 ton perhektar,”cetusnya. | AT | R | Rakyat Aceh|
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016