Jakarta | Acehtraffic.com - Tahun depan, PT Indonesia AirAsia akan menambah 10 unit pesawat baru. Penambahan armada ini sejalan dengan rencana perusahaan penerbangan asal Malaysia itu untuk segera mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada kuartal I/2013.
"Semuanya pesawat Airbus," kata Chief Operating Officer PT Indonesia AirAsia Ridzki Kramadibrata, Jumat, 9 November 2012.
Kesepuluh pesawat baru itu, kata Ridzki, akan memperkuat 19 armada yang sudah dimiliki perusahaan yang telah berdiri sejak 2004 itu. “Pesawat-pesawat itu nantinya akan melayani rute domestik dan mancanegara,” kata Ridzki.
Ridzki menyebut, tahun lalu AirAsia Indonesia menerbangkan 5 juta penumpang. Hingga penghujung tahun ini, mereka menargetkan akan meraih 6,2 juta penumpang. "Sejauh ini kami on track akan mencapai target itu," ujarnya.
Sementara itu, di seluruh dunia, AirAsia Group berencana membeli sebanyak 100 pesawat Airbus dengan nilai mencapai US$ 9 miliar atau sekitar Rp 86 triliun. Saat ini, maskapai tersebut baru mengoperasikan sebanyak 116 pesawat.
Menurut Ridzki, saat ini AirAsia Indonesia tengah berusaha menjadi yang terdepan dalam dunia penerbangan di Indonesia. Untuk itu, AirAsia terus berusaha meningkatkan sistem distribusi dan penjualan, menerapkan strategi harga yang dinamis, sekaligus menyediakan layanan yang berbeda.
Kesepuluh pesawat baru itu, kata Ridzki, akan memperkuat 19 armada yang sudah dimiliki perusahaan yang telah berdiri sejak 2004 itu. “Pesawat-pesawat itu nantinya akan melayani rute domestik dan mancanegara,” kata Ridzki.
Ridzki menyebut, tahun lalu AirAsia Indonesia menerbangkan 5 juta penumpang. Hingga penghujung tahun ini, mereka menargetkan akan meraih 6,2 juta penumpang. "Sejauh ini kami on track akan mencapai target itu," ujarnya.Sementara itu, di seluruh dunia, AirAsia Group berencana membeli sebanyak 100 pesawat Airbus dengan nilai mencapai US$ 9 miliar atau sekitar Rp 86 triliun. Saat ini, maskapai tersebut baru mengoperasikan sebanyak 116 pesawat.
Menurut Ridzki, saat ini AirAsia Indonesia tengah berusaha menjadi yang terdepan dalam dunia penerbangan di Indonesia. Untuk itu, AirAsia terus berusaha meningkatkan sistem distribusi dan penjualan, menerapkan strategi harga yang dinamis, sekaligus menyediakan layanan yang berbeda.
Termasuk di antaranya dengan memilih Farah Quinn sebagai Duta In-Flight Meal AirAsia Indonesia.
Sebagai Duta In-Flight Meal, Farah Quinn didaulat untuk memperkenalkan ragam kuliner nusantara di rute domestik maupun internasional AirAsia. Kreasi pertamanya adalah Nasi Minyak Palembang. "Menu akan diganti setiap 3 bulan sekali," ujarnya. | AT | R | TEMPO|
Sebagai Duta In-Flight Meal, Farah Quinn didaulat untuk memperkenalkan ragam kuliner nusantara di rute domestik maupun internasional AirAsia. Kreasi pertamanya adalah Nasi Minyak Palembang. "Menu akan diganti setiap 3 bulan sekali," ujarnya. | AT | R | TEMPO|

