Bireuen | acehtraffic.com- Staff Yayasan Permata Aceh selama tiga hari
melakukan studi banding dan pelatihan penanganan Psikologi penderita HIV-AIDS
di Recovery Center Caritas PSE Medan. Rabu 21 November 2012.
Acara tersebut berlangsung sejak, Senin, 19 -Rabu, 21 November 2012, tujuannya untuk bisa mengidentifikasi kebutuhan psikologis ODHA, agar bisa
memprediksi masalah psikologis yang dihadapi ODHA, dan melihat pemecahan masalah
psikologis yang dihadapi ODHA (Orang dengan HIV-AIDS)
,”Masalah Psikologis ODHA ini penting sekali untuk dipahami
dan didalami oleh Staff YPAP ,” Kata Fadli Jailani kata Outreach Coordinator di
lembaga itu.
Katanya, berdasarkan pengalaman menjalankan program di Bireuen, Lhokseumawe dan Aceh Utara
ditemukan Aceh masih sangat kental dengan Stigma dan tudingan terhadap warga yang
diketahui terkena HIV-AIDS, sehingga terjadinya diskriminasi masyarakat terhadap
Penderita HIV-AIDS. Kondisi ini menyebabkan goncangan Psikologis bagi si penderita tersebut.
”Temuan 80% disebabkan oleh Stigma ini, penderita cemas dicap sebagai orang Nakal, bejat dan
berprilaku Amoral, hanya 20% cemas
menghadapi penyakit yang belum ditemukan obatnya, padahal tidak semua penderita
HIV-AIDS berprilaku amoral,” Jelas Fadli
Selain itu dia mengucapkan terima kasih kepada Caritas Jerman
yang memfasilitasi Staff pelatihan dan Studi banding, karena dari waktu ke
waktu penderita HIV-AIDS di Aceh terus ditemukan, dan masalah yang paling
sering ditemukan selain menderita gara-gara penyakit, si penderita juga
bertambah lagi penderitaanya gara-gara tekanan psikologis. | AT | RD |



