
Acehtraffic.com - Sekretaris Jenderal Gerakan Muqawama Islam Lebanon (Hizbullah) Sayid Hasan Nasrullah menyerukan kepada para politisi regional untuk mengesampingkan perselisihan dan bekerjasama untuk menghentikan agresi militer rezim Zionis Israel ke Jalur Gaza.
Hal itu disampaikan Nasrullah dalam pidatonya yang disiarkan langsung oleh beberapa televisi pada Kamis 15 November 2012 seperti dilansir televisi al-Alam.
Ia mengatakan, Israel ingin mengubah prioritas di kawasan dan mengambil keuntungan dari perubahan itu.
"Semua negara-negara Arab harus bekerjasama untuk mencegah agresi Israel ke Gaza…," tegasnya.
Sekjen Hizbullah juga menyinggung reaksi tegas para pejuang Palestina atas serangan Israel dan mengatakan, sampainya roket-roket pejuang Palestina ke Tel Aviv merupakan peristiwa penting dalam sejarah perjuangan melawan penjajah dan menunjukkan kekuatan dan stabilitas Muqawama Palestina.
Lebih lanjut Sayid Nasrullah menyinggung berlanjutnya upaya musuh untuk menyulut fitnah dan perpecahan sektarian dan menyebut upaya itu sebagai kejahatan besar. Ia juga menyinggung propaganda anti-Asyura (peringatan mengenang kesyahidan Imam Husein as, cucu Rasulullah Saw).
"….Mereka harus berfikir siapa yang kami peringati ini? Siapa yang kami ratapi ini? Untuk siapa kami menangis? Bukankah semua ini untuk keluarga Rasulullah Saw? Seseorang yang di dalam berbagai sumber riwayat Ahlus Sunnah, Rasulullah Saw menyebutnya dan saudaranya, Hasan as, sebagai dua pemuda penghulu surga...," ujarnya.| AT | M | Irib |
Hal itu disampaikan Nasrullah dalam pidatonya yang disiarkan langsung oleh beberapa televisi pada Kamis 15 November 2012 seperti dilansir televisi al-Alam.
Ia mengatakan, Israel ingin mengubah prioritas di kawasan dan mengambil keuntungan dari perubahan itu.
"Semua negara-negara Arab harus bekerjasama untuk mencegah agresi Israel ke Gaza…," tegasnya.
Sekjen Hizbullah juga menyinggung reaksi tegas para pejuang Palestina atas serangan Israel dan mengatakan, sampainya roket-roket pejuang Palestina ke Tel Aviv merupakan peristiwa penting dalam sejarah perjuangan melawan penjajah dan menunjukkan kekuatan dan stabilitas Muqawama Palestina.
Lebih lanjut Sayid Nasrullah menyinggung berlanjutnya upaya musuh untuk menyulut fitnah dan perpecahan sektarian dan menyebut upaya itu sebagai kejahatan besar. Ia juga menyinggung propaganda anti-Asyura (peringatan mengenang kesyahidan Imam Husein as, cucu Rasulullah Saw).
"….Mereka harus berfikir siapa yang kami peringati ini? Siapa yang kami ratapi ini? Untuk siapa kami menangis? Bukankah semua ini untuk keluarga Rasulullah Saw? Seseorang yang di dalam berbagai sumber riwayat Ahlus Sunnah, Rasulullah Saw menyebutnya dan saudaranya, Hasan as, sebagai dua pemuda penghulu surga...," ujarnya.| AT | M | Irib |
