News Update :

Pengelolaan Dana SMAN 1 Lhokseumawe Dituding Korup, Siswa: Kembalikan Uang Osis Kami

Senin, 19 November 2012

Lhokseumawe | Acehtraffic.com - Sekolah SMAN 1 Lhokseumawe didemo ratusan siswanya sendiri, akibatnya proses belajar – mengajar disekolah tersebut berhenti total. Para siswa itu menuntut kejelasan terhadap berbagai dana bantuan yang masuk ke sekolah tersebut, diantaranya mereka juga menuntut transparansi pengelolaan dana osis yang menurut mereka sarat korupsi.

Ketua osis SMAN 1 Lhokseumawe Diki Riski kepada wartawan mengatakan, “Yang kami permasalahkan uang osis yang sebenarnya itu uang kami, berarti dari kami untuk kami. Asal kami minta dana osiskab tidak pernah dikasih, katanya lagi nggak ada dana, jadi dana osis kami kemana?” keluhnya.

Sebelumnya siswa tersebut meminta uang osiskab sebesar 5 juta rupiah namun yang diberikan pihak sekolah hanya 2 juta rupiah, karena tidak terpenuhi permintaan tersebut maka selepas upacara bendera tadi pagi sekitar pukul 08.00 WIB, Senin 19 November 2012 para siswa melakukan demo dilapangan upacara.

“yang saya tahu SMAN 1 dapat bantuan dana hibah dari DPRK Lhokseumawe, kemudian kepala sekolah baru saja bilang sudah mendapatkan bantuan dana hibah dari walikota, bantuan dari alumni bahkan bagi lulusan yang baru tamat kemarin dikutipkan uang atau semen untuk pembangunan sekolah,” jelas Diki Riski.

Mereka juga mempermasalahkan pembangunan mushala di sekolah itu yang dananya dikutip dari setiap siswa ketika pengambilan raport namun telah tiga tahun berjalan pembangunan mushala tidak juga selesai dibangun. Seperti yang dikatakan ketua osis Diki Riski, “setiap pengambilan raport selalu diminta uang sumbangan seikhlas mungkin dari kami untuk pembangunan mushala. Mushala mulai dari saya kelas 1 sampai sekarang sudah kelas 3 tapi bangunannya belum selesai.”

Siswa lainnya juga menambahkan bahwa sekolahnya tidak menghargai para siswa yang berprestasi. “saya ke Medan untuk mengikuti perlombaan, meski tidak dibiayai sepeserpun oleh sekolah tapi kami berhasil membawa pulang piala,” paparnya.

“Begitulah nasib kami, kami Cuma menuntut keadilan. Uang osis dikembalikan kepada kami,” ratap para siswa lain yang berdiri dibelakang ketua Osis ketika diwawancarai. | AT | HR |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016