
Banda Aceh | acehtraffic.com- Lembaga yang intens
menyuarakan pemberantasan korupsi di Aceh Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) mengatakan
pengungkapan kasus indikasi korupsi di kampus
Unsyiah oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh harus segera ditetapkan
tersangkanya. Jumat 30 November 2012
Baihaqi Koordinator Bidang Advokasi Korupsi lembaga itu
mengatakan sampai saat ini belum ada
penetapan tersangka ,menimbulkan tanda tanya? Karena jauh hari sudah kasus
tersebut sudah di tingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan, bahkan Kejati Aceh sendiri sudah berkali-kali
menyita barang bukti.
,” Kejati Aceh
untuk segera menetapkan tersangka dalam kasus tersebut,” Ujar Boyhaqi kepada
acehtraffic.com di Banda Aceh.
Katanya, penetapan tersangka dalam kasus indikasi korupsi
ini penting segera di lakukan. Hal ini bertujuan untuk menghindari dugaan yang
“aneh-aneh” dan juga untuk segera
terungkap “tabir” baru dalam kasus
tersebut.
Disamping itu, pihak Kejati Aceh untuk menelusuri seluruh
aliran dana dan juga memeriksa semua oknum yang menikmati dana tersebut. Selama
ini MaTA melihat, setiap kasus-kasus korupsi tidaklah berdiri sendiri dan juga
tidak di lakukan oleh orang perseorangan.
,”Percepatan pengungkapan kasus ini merupakan harapan
masyarakat Aceh dan akan membersihkan citra Unsyiah yang merupakan kampus
jantong hate masyarakat Aceh dari persepsi yang tidak baik,”
Selain itu MaTA juga meminta
kepada DPRA untuk ikut serta mengawasi dan mendorong percepatan pengungkapan
kasus ini. Kasus yang terjadi di Unsyiah ini harus menjadi pembelajaran bagi
Pemerintah Aceh dan DPRA dalam memberikan bantuan anggaran kepada perguruan
tinggi di tahun-tahun mendatang.
“Civitas akademik
Unsyiah (Mahasiswa dan Dosen) harus mendorong transparansi dan akuntabilitas
keuangan di Unsyiah untuk mendorong dan mengawal penyelesaian kasus dugaan
korupsi di Unsyiah secara terbuka,” | AT
| RD | FQ|
