News Update :

Diduga Gara-gara BOM Zaratex NV Sumur Warga Kering, Laporan Warga Tidak Digubris Humas Turunan Zaratex

Kamis, 15 November 2012



Aceh Utara | Acehtraffic.com - Pasca peledakan dinamik TNT yang di lakukan oleh tim Survey PT. ZARATEX N.V. dua bulan yang lalu, Tadi siang, Kamis 15 November 2012 puluhan sumur di kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara mengalami kekeringan.

Salah satu desa yang terdatai adalah gampong Meunasah Alue , gampong ini merupakan tempat pertama perusahaan itu singgah dan garis rintis paling banyak di lakukan yaitu melintasi 6 line. Masyarakat yang sumurnya kering telah melaporkan hal tersebut kepada eks kombatan yang kini menjadi Humas Turunan Zaratex dan kepada geuchik gampong tersebut namun tak digubris.

Posisi sumur masyarakat yang kering tersebut rata-rata terletak pada jarak lintasan dengan peledakan itu yaitu 100-2000 meter. Adapun pemilik sumur yang kering tersebut adalah milik ibrahim Ahmad (56), M.Amin Hasan (51), Nazaruddin (46), Jafar Ahmad(62), Abdurrahman Said (64), Tgk Abdul Wahab (57), Nasruddin Mustafa (35), Usman Ahmad (58), Munawir (29) dan masih banyak lagi masyarakat yang belum melaporkan.

Beberapa warga mengaku bahwa mereka tidak menyadari debit air sumurnya makin hari makin sedikit. Yang lainnya beranggapan, “mungken nyoe keunek khueng”. Masyarakat juga bertanya-tanya mengapa di saat hujan sering turun dalam bulan ini tapi air sumurnya kekeringan. “Ujeun tiep uroe rhoet, keujeut ie moen loen hana meutamah-meutamah,” tanya pemilik sumur tersebut.

Koordinator Gerakan Persatuan Mahasiswa nisam (GAPMAN) Bustami, menilai itu akibat dari peledakan dinamic yang di lakukan perusahaan zaratex NV 2 bulan yang lalu. Menurutnya, akibat dari peledakan tersebut sangat besar kemungkinannya menutup sumber mata air dikarenakan gesekan tanah di saat peledakan.

Tami juga membandingkan sebelum terjadinya survey seismic 2D itu, air sumur masyarakat tidak pernah kering, jikapun musim kemarau tiba air sumur masyarakat hanya berkurang 1-2 cincin saja. Dia berharap perusahaan tersebut dan pemerintah Aceh bertanggung jawab guna menyelesaikan permasalahan di beberapa desa di kecamatan Nisam terkait pengeboman 2 bulan yang lalu, karena air adalah salah satu kebutuhan pokok yang menjamin kehidupan masyarakat dan keperluannya tiap detik.

Selain itu menurut Tami, pihak muspika juga harus bertanggung jawab dengan ucapannya seperti yang pernah dipaparkan disaat sosialisasi PT. Zaratex beberapa waktu yang lalu. Pihak muspika melalui camat Nisam yang hadir pada saat itu mengatakan agar warga jangan mempercayai ucapan-ucapan orang yang tidak bertanggung jawab dengan memprovokasi warga agar tidak memberikan lahannya untuk dilakukan survey seismic migas.

“jangan percaya omongan orang yang tidak bertanggung jawab tapi percayalah dengan pemerintah. Ini bukan kepentingan pribadi melainkan kepentingan negara dan negara melakukannya demi rakyatnya”. Itulah ucapan camat Nisam yang didampingi  14 Humas Turunan zaratex kecamatan Nisam.

Dan Dinas terkait hanya pernah berjanji, perusahaan membuat kepastian jaminan jika tanaman layu atau kebun rusak apa yang akan dilakukan. Dinas terkait juga mengusulkan buat perjanjian diatas hitam putih mengenai tanaman yang rusak, tapi tidak pernah berjanji jika sumur masyarakat kering apa yang akan di lakukan?

Sekarang masyarakat Nisam terus di bohongi dari masa Survey seismic 2D hingga janji pengaspalan jalan yang hingga detik ini belum terealisasi. | AT | TM | HR | Foto: Ilustrasi |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016