
Tel Aviv | acehtraffic.com Setidaknya satu orang telah tewas dan 25 lainnya cedera setelah sebuah ledakan bom menghantam sebuah bus di pusat kota Tel Aviv.
Menurut laporan awal, sebuah paket bom telah ditempatkan di dalam bus. Bom kedua juga ditemukan di lokasi ledakan.
Kata sejumlah laporan seorang pria menempatkan bom pada kendaraan tersebut dan meninggalkan tempat tersebut sebelum meledak.
Mobil ambulans bergegas ke lokasi kejadian ledakan untuk membawa korban yang terluka ke rumah sakit.
Jasa ambulans Israel mengatakan tiga dari korban yang terluka berada dalam kondisi yang parah.
Polisi Israel dilaporkan sedang menyelidiki insiden itu.
"Ini serangan teroris," kata Ofir Gendelman, juru bicara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Dalam pesan di Twitter, ia mengatakan polisi menyisir daerah itu untuk mencari orang yang menanam perangkat bom tersebut, membenarkan laporan bahwa itu bukan serangan bunuh diri. Media Israel mengatakan seorang pria telah ditangkap.
Serangan tersebut terjadi saat rezim Israel terus melakukan serangan brutal di Jalur Gaza. Lebih dari 140 warga Gaza, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas dan 1.200 lainnya terluka dalam 1.450 kali serangan Israel di wilayah Palestina yang terblokade itu sejak 14 November.
Juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri memuji pemboman itu.
"Hamas memberkati serangan di Tel Aviv itu dan melihatnya sebagai respon alami terhadap pembantaian Israel di Gaza ...," katanya kepada Reuters. "Faksi Palestina akan mengambil jalan segala cara untuk melindungi warga sipil kami di Palestina tanpa adanya upaya dunia untuk menghentikan agresi Israel."
Terakhir kali ledakan bom menghantam ibukota komersial Israel itu pada bulan April 2006, saat seorang pembom bunuh diri Palestina menewaskan 11 orang di sebuah stand roti dekat pusat stasiun bus.
Militan Hamas telah menembakkan sedikitnya empat roket ke kota metropolis itu selama seminggu terakhir, namun tidak menimbulkan korban jiwa.
"Kami tidak memiliki indikasi serangan itu dilakukan pembom bunuh diri. Tapi itu murni serangan.," Kata kepala polisi Tel Aviv Yoram Ohayon kepada televisi Channel 2.
Serangan itu terjadi saat Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton berada di Israel yang berupaya untuk menenangkan ketegangan di Gaza. Dia dijadwalkan terbang ke Kairo di hari berikutnya untuk mengadakan pembicaraan dengan Presiden Mohamed Mursi, yang merupakan ujung tombak negosiasi gencatan senjata. | AT | Z | PressTV | MNA
