News Update :

'Tiga Hari Jelang Ajal Menjemput Puteri'

Sabtu, 06 Oktober 2012

Setelah dijemput dari kantor Dinas Syariah Islam, PE berada dirumah tantenya disebuah desa di Kota Langsa, apa aktivitas PE disini, ceriakah dia, murungkah atau ada informasi lain yang terungkap  ? ----------

Setelah dijemput dari kantor Dinas Syariah Islam. Dirumah PE mengurung diri, karena kelakukan itu Jasminawati sempat bertanya ngapain mengurung diri, bukan nya mandi dan makan dulu.

Namun ajakan dan bujukan itu dibiarkan saja oleh PE, ia tetap tak mau keluar dari kamar, dan baru setelah dua hari ia keluar untuk makan.  “Dia terlihat tidak semangat,  tatapannya kosong, kami minta dia mandi, apalagi saat itu dia sedang halangan, makan, dua hari baru mau makan,” Ujar Jasminawati mengenang.  

Dua hari (Senin malam, Selasa Malam) dirumah Jasminawati, sorenya hari Rabu PE meminta izin untuk kembali kerumah orang tua lakinya di Desa Aramiah kecamatan Bireum Bayeun, saat itu PE beralasan untuk mengambil baju.  

Saat itu keluarga Jasmiati sempat melarang agar PE tidak usah kembali dulu ke Bireum Bayeuen, biar dirumah di Langsa dulu. Namun  PE tetap ngotot untuk pulang, katanya mau ngambil baju dan esoknya dia janji balik lagi.

Setelah semalam di Bireum Bayeun (Rabu Malam), Hari Kamis  (Kalo tidak salah ya, Kata Tante PE -Red).  PE kembali lagi kerumah Tantenya di Langsa. Saat itulah sempat ada curhatan dari PE kepada Tantenya. (Pernyataan ini ada rekaman audio dan vidio)

Saat itu PE mengatakan “ PE malulah ibuk ada yang gunjing PE,” Bis tu katanya ada di koran lagi,” Aku Tante PE menirukan ucapan PE saat ditemui dirumahnya Minggu 30 September 2012. (Pernyataan ini ada rekaman audio dan vidio)

“Ya udah kalau begitu, kamu disini saja, ngapain pulang kesana,” Jawab tante sambil menghibur.

Tak sampai sehari ia kembali lagi ke Bireum Bayeun, disana ia bergabung dengan beberapa temen dikampung, lagian satu rumah berselang sedang ada hajatan “Peugot Ranub” Pengantin baru.

Kamis sore, jelang insiden bunuh diri, PE sempat bersosialisasi dengan tetangga dan temen–temen perempuan dikampung.  Seorang temannya di kampung kepada reporter acehtraffic.com bercerita, saat melihat PE berada didepan rumah persisnya dipinggir jalan Medan-Banda Aceh itu, iapun menyapanya

 “ He P ngapain? Tanya seorang kawannya berinisia A. Terus PE menjawab ,” Ah suntuk x aku, lagi nunggu kawan lewat,” Jawab PE.

Reporter acehtraffic.com sempat berkali-kali mengulang tentang keterangan ini, karena bila salah,  takutnya pembaca akan mengasumsikan ini..dan itu. Dan bukan mustahil jika keterangan disini PE sedang menunggu di jemput, orang bakal berpikir siapa gerangan penjemput PE? 

Menurut kawannya (Ada rekaman) bahwa PE hari itu berharap ada kawannya yang lewat dari arah Sungai Raya atau dengan kata lain dari arah Aceh Timur menuju Langsa. Karena kebiasaan jam-jam sore ada kawannya yang melintas.

Bila ia lihat ada kawan yang sedang berkenderaan dijalan,  maka harapannya dia akan memanggil. Artinya berdasarkan keterangan kawannya ini bukanlah PE hari itu menunggu di jemputan kawan. Pertemuan dengan kawan yang satu ini berlangsung hingga pukul 19.00 Wib lewat.

Setelah ngobrol sejenak A pun kembali kerumah yang tak seberapa jauh dari rumah PE. sekitar pukul 20.00 Wib,  seorang kawan ceweknya yang lain berinsial N juga sempat bertemu, dalam pertemuan ini PE tidak menceritakan apa-apa, yang ada dia bilang suntuk karena tidak mengantongi HP.  Setelah itu N pun kembali kerumah.

Sementara Yusrin orangtua PE mengungkapkan ia terakhir berkomunikasi dengan PE menjelang Magrib, Kamis 6 September 2012. setelah itu ia pergi ke sebuah warung yang tidak seberapa jauh dari rumahnya.

Sekitar 21:30, tiba-tiba sebuah kabar mengejutkan dibawa anaknya,  Aries (11) tahun masuk kedalam rumah untuk minum. Namun alangkah kagetnya ketika dia liat kakanda tercinta sedang dalam posisi tergantung didalam kamar. 

Saat itulah Aries keluar dan dengan berteriak minta tolong …sambil menyebutkan gantung..gantung….

Sejumlah orang kampung yang sedang menyiapkan  “Mee Ranup” Pengantin dirumah tetangga tersentak mendengar kabar itu. Yusrin serta paman korban berlarian ke dalam rumah, diikuti puluhan warga lain.

Apa yang dilihatnya?  PE tergantung dengan tali plastic tersambung dengan robekan kain spree ditiang kamar berbahan kayu mangrove,   tingginya sejengkal diatas kepala, saat ditemukan lutut dalam posisi bengkok.

Kondisinya tidak menjulur lidah, dan tidak ditemukan keluar cairan dari hidung,  begitu juga dengan mata dalam kondisi tidak melalak.  ”Saya tampung lehernya, saya minta potong tali sama pamannya,” Ujar Yusrin yang ditemui masih terlihat berduka dirumahnya, 30 September 2012 lalu.

Pasca kejadian itu sejumlah anggota polisi datang, untuk memastikan penyebab kematian, Jenazah korban diangkut ke rumah sakit daerah Langsa untuk keperluan pemeriksaan forensik. Dari pemeriksaan itu keluar hasil, bahwa PE murni bunuh diri.

Kondisi setelah PE meninggal tanpa menjulur lidah dan ciri atau lazimnya korban bunuh diri lainnya, sempat menimbulkan keraguan para pihak. Termasuk para pihak yang sedang ada “Bau sengketa soal ini”. 

Namun Kapolsek Bireum Bayeun dengan terang menjelaskan. “Memang banyak kasus bunuh diri cirinya menjulur lidah dan lainnya, tetapi kami polisi kan tidak bisa memutuskan itu, maka yang tangani adalah dokter forensic, dan mereka lah yang memutuskan apakah itu bunuh diri atau tidak,” dan ternyata setelah keluar hasil Dokter Forensik nyatakan itu bunuh diri.

Dia juga menambahkan  dibadan puteri tidak ditemukan tanda kekerasan yang lain terkecuali bekas tali yang membuat leher korban memerah yang panjangnya sekira 30 cm melingkar. 

Zulkarnaen juga mengungkapkan berdasarkan keterangan dokter forensik, tidak semua kasus gantung diri dengan kondisi lidah menjulur. Gantung diri juga bisa saja dilakukan ditempat yang rendah, misalnya dengan menggunakan alat bantu meja dipasang tali lalu dilarotkan badan.

 ”Karena kan kalau tenggorokan udah kena, aliran pernafasan sudah terhenti, kita bisa meninggal juga, Kata dokter Forensik begitu, “Jadi kesimpulan berdasarkan dokter Forensik,  itu  kasus bunuh diri murni, dan kita belum temukan unsur pidana yang lain,” Ujar Iptu Zulkarnaen.

Jumat 7 September 2012 PE di kebumikan didesa tempat domisili tantenya. Innalillahi Waiinna Ilaihi Rajiun. Semoga almarhumah mendapat tempat yang layak disisi-Nya. | AT | RD |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016