Setelah dijemput dari kantor Dinas Syariah Islam, PE berada dirumah tantenya disebuah desa di Kota Langsa, apa aktivitas PE disini, ceriakah dia, murungkah atau ada informasi lain yang terungkap ? ----------
Setelah dijemput dari kantor
Dinas Syariah Islam. Dirumah PE mengurung diri, karena kelakukan itu
Jasminawati sempat bertanya ngapain mengurung diri, bukan nya mandi dan makan
dulu.
Namun ajakan dan bujukan itu dibiarkan
saja oleh PE, ia tetap tak mau keluar dari kamar, dan baru setelah dua hari ia
keluar untuk makan. “Dia terlihat tidak
semangat, tatapannya kosong, kami minta
dia mandi, apalagi saat itu dia sedang halangan, makan, dua hari baru mau
makan,” Ujar Jasminawati mengenang.
Dua hari (Senin malam, Selasa Malam)
dirumah Jasminawati, sorenya hari Rabu PE meminta izin untuk kembali kerumah
orang tua lakinya di Desa Aramiah kecamatan Bireum Bayeun, saat itu PE beralasan
untuk mengambil baju.
Saat itu keluarga Jasmiati sempat
melarang agar PE tidak usah kembali dulu ke Bireum Bayeuen, biar dirumah di Langsa
dulu. Namun PE tetap ngotot untuk pulang, katanya mau ngambil baju dan esoknya dia
janji balik lagi.
Setelah semalam di Bireum Bayeun
(Rabu Malam), Hari Kamis (Kalo tidak salah ya, Kata Tante PE -Red).
PE kembali lagi kerumah Tantenya di
Langsa. Saat itulah sempat ada curhatan dari PE kepada Tantenya. (Pernyataan ini ada rekaman audio dan
vidio)
Saat itu PE mengatakan “ PE
malulah ibuk ada yang gunjing PE,” Bis tu katanya ada di koran lagi,” Aku Tante
PE menirukan ucapan PE saat ditemui dirumahnya Minggu 30 September 2012. (Pernyataan ini ada rekaman audio dan
vidio)
“Ya udah kalau begitu, kamu
disini saja, ngapain pulang kesana,” Jawab tante sambil menghibur.
Tak sampai sehari ia kembali lagi
ke Bireum Bayeun, disana ia bergabung dengan beberapa temen dikampung, lagian
satu rumah berselang sedang ada hajatan “Peugot Ranub” Pengantin baru.
Kamis sore, jelang insiden bunuh
diri, PE sempat bersosialisasi dengan tetangga dan temen–temen perempuan
dikampung. Seorang temannya di kampung
kepada reporter acehtraffic.com bercerita, saat melihat PE berada didepan rumah
persisnya dipinggir jalan Medan-Banda Aceh itu, iapun menyapanya
“ He P ngapain? Tanya seorang kawannya
berinisia A. Terus PE menjawab ,” Ah suntuk x aku, lagi nunggu kawan lewat,”
Jawab PE.
Reporter acehtraffic.com sempat berkali-kali
mengulang tentang keterangan ini, karena bila salah, takutnya pembaca akan mengasumsikan ini..dan
itu. Dan bukan mustahil jika keterangan disini PE sedang menunggu di jemput,
orang bakal berpikir siapa gerangan penjemput PE?
Menurut kawannya (Ada rekaman) bahwa
PE hari itu berharap ada kawannya yang lewat dari arah Sungai Raya atau dengan
kata lain dari arah Aceh Timur menuju Langsa. Karena kebiasaan jam-jam sore ada
kawannya yang melintas.
Bila ia lihat ada kawan yang
sedang berkenderaan dijalan, maka
harapannya dia akan memanggil. Artinya berdasarkan keterangan kawannya ini
bukanlah PE hari itu menunggu di jemputan kawan. Pertemuan dengan kawan yang
satu ini berlangsung hingga pukul 19.00 Wib lewat.
Setelah ngobrol sejenak A pun
kembali kerumah yang tak seberapa jauh dari rumah PE. sekitar pukul 20.00 Wib, seorang kawan ceweknya yang lain berinsial N juga
sempat bertemu, dalam pertemuan ini PE tidak menceritakan apa-apa, yang ada dia
bilang suntuk karena tidak mengantongi HP. Setelah itu N pun kembali kerumah.
Sementara Yusrin orangtua PE
mengungkapkan ia terakhir berkomunikasi dengan PE menjelang Magrib, Kamis 6
September 2012. setelah itu ia pergi ke sebuah warung yang tidak seberapa jauh
dari rumahnya.
Sekitar 21:30, tiba-tiba sebuah
kabar mengejutkan dibawa anaknya, Aries (11) tahun masuk kedalam rumah untuk
minum. Namun alangkah kagetnya ketika dia liat kakanda tercinta sedang dalam
posisi tergantung didalam kamar.
Saat itulah Aries keluar dan
dengan berteriak minta tolong …sambil menyebutkan gantung..gantung….
Sejumlah orang kampung yang
sedang menyiapkan “Mee Ranup” Pengantin dirumah
tetangga tersentak mendengar kabar itu. Yusrin serta paman korban berlarian ke dalam
rumah, diikuti puluhan warga lain.
Apa yang dilihatnya? PE tergantung dengan tali plastic tersambung
dengan robekan kain spree ditiang kamar berbahan kayu mangrove, tingginya sejengkal diatas kepala, saat
ditemukan lutut dalam posisi bengkok.
Kondisinya tidak menjulur lidah,
dan tidak ditemukan keluar cairan dari hidung,
begitu juga dengan mata dalam kondisi tidak melalak. ”Saya tampung lehernya, saya minta potong tali
sama pamannya,” Ujar Yusrin yang ditemui masih terlihat berduka dirumahnya, 30
September 2012 lalu.
Pasca kejadian itu sejumlah
anggota polisi datang, untuk memastikan penyebab kematian, Jenazah korban
diangkut ke rumah sakit daerah Langsa untuk keperluan pemeriksaan forensik.
Dari pemeriksaan itu keluar hasil, bahwa PE murni bunuh diri.
Kondisi setelah PE meninggal
tanpa menjulur lidah dan ciri atau lazimnya korban bunuh diri lainnya, sempat
menimbulkan keraguan para pihak. Termasuk para pihak yang sedang ada “Bau
sengketa soal ini”.
Namun Kapolsek Bireum Bayeun dengan terang menjelaskan. “Memang banyak kasus bunuh diri cirinya
menjulur lidah dan lainnya, tetapi kami polisi kan tidak bisa memutuskan itu,
maka yang tangani adalah dokter forensic, dan mereka lah yang memutuskan apakah
itu bunuh diri atau tidak,” dan ternyata setelah keluar hasil Dokter Forensik
nyatakan itu bunuh diri.
Dia juga menambahkan dibadan puteri tidak ditemukan tanda
kekerasan yang lain terkecuali bekas tali yang membuat leher korban memerah
yang panjangnya sekira 30 cm melingkar.
Zulkarnaen juga mengungkapkan
berdasarkan keterangan dokter forensik, tidak semua kasus gantung diri dengan
kondisi lidah menjulur. Gantung diri juga bisa saja dilakukan ditempat yang
rendah, misalnya dengan menggunakan alat bantu meja dipasang tali lalu
dilarotkan badan.
”Karena kan kalau tenggorokan udah kena,
aliran pernafasan sudah terhenti, kita bisa meninggal juga, Kata dokter
Forensik begitu, “Jadi kesimpulan berdasarkan dokter Forensik, itu
kasus bunuh diri murni, dan kita belum temukan unsur pidana yang lain,”
Ujar Iptu Zulkarnaen.
Jumat 7 September 2012 PE di
kebumikan didesa tempat domisili tantenya. Innalillahi Waiinna Ilaihi Rajiun. Semoga
almarhumah mendapat tempat yang layak disisi-Nya. | AT | RD |

