
Jakarta | acehtraffic.com - Banyak orang menganggap sepele penyakit radang sendi, dan mereka mengobati sendiri sakitnya di rumah, padahal banyak ancaman bila salah dalam pemberian obat.
Ketua Indonesian Rheumatology Association (IRA), Prof. Handono Kalim, mengatakan, sebaiknya rematik diperiksakan kepada dokter untuk memastikan apakah itu rematik biasa atau rematik berbahaya.
"Hal ini supaya pasien dapat diberikan obat yang tepat dan memberikan efek samping yang tidak lebih berbahaya dibandingkan dengan penyakitnya," kata Handono usai jumpa pers di Jakarta, Jumat, 12 Oktober 2012.
Handono mengemukakan bahwa banyak sekali obat-obatan untuk radang sendi yang mengandung steroid. Efek samping dari penggunaan steroid untuk pengobatan rematik sangat banyak.
"Moon face, tulang keropos, kencing manis, darah tinggi, bengkak, itulah hal-hal yang disebabkan akibat keliru dalam mengkonsumsi obat rematik. Pasien menjadi lebih menderita bukan karena rematik yang diderita, namun karena obatnya," ujar Handono.
Salah satu efek samping obat yang berbahaya bisa terjadi bila salah mengkonsumsi obat anti nyeri (NSAID). Menurut Handono, obat ini dapat menyebabkan luka di lambung.
"Gejalanya adalah buang air besar (bab) darah. Bab berwarna hitam, atau yang biasa disebut dengan milena. Pasien tidak tahu kalau dia bab darah karena ini terjadi selama berminggu-minggu," kata Handono.
Akibatnya, pasien menjadi pucat akibat kekurangan hemoglobin atau sel darah merah. Hal ini akan membuat pasien merasa letih, lesu, cepat lelah, karena kurang darah akibat pendarahan di usus yang berjalan terlalu lama.
"Akibat pengobatan sendiri, pasien bisa masuk rumah sakit bukan karena sakitnya tapi karena efek samping obatnya," imbuh Handono. | AT | Z | Antara
