
Seoul | acehtraffic.com - Warga Korea Selatan merasa bahwa perekonomiannya merosot ke dalam stagflasi, atau ekonomi stagnan di tengah inflasi yang tinggi, demikian hasil survei lembaga think tank lokal pada Minggu, 7 Oktober 2012.
Menurut survei yang dilakukan oleh Hyundai Research Institute (HRI), 84,5 persen responden mengatakan perekonomian Korea Selatan tampaknya jatuh ke stagflasi.
PDB riil Negara itu tumbuh 0,3 persen di kuartal kedua, sepertiga dari 0,9 persen ekspansi untuk kuartal pertama. Inflasi harga konsumen turun menjadi 1,2 persen pada Agustus dari tahun sebelumnya, yang menunjukkan bahwa indikator ekonomi yang dilaporkan merupakan pelemahan ekonomi dan deflasi.
Namun, orang-orang Korea Selatan merasa bahwa inflasi harga konsumen tampaknya tinggal di 5 persen, menurut survei tersebut. Hasil survey tersebut mendorong kekhawatiran tentang perbedaan yang memperlebar antara inflasi yang dilaporkan dan inflasi konsumen sensorik.
HRI mencatat bahwa 93,1 persen responden melihat inflasi utama tidak stabil, mengatakan bahwa golongan berpenghasilan rendah di mana orang berpenghasilan kurang dari 2 juta won (Rp. 17, 1 juta ) per bulan merasa lebih tertekan oleh inflasi sensorik tinggi daripada orang yang berpenghasilan tinggi. | AT | Z | Xinhua
