
Acehtraffic.com - Pasukan keamanan Bahrain yang didukung tentara Saudi menyerang
demonstran anti-rezim di Ibukota Manama. Mereka menggunakan gas air mata
untuk membubarkan konsentrasi massa. Tidak hanya itu, sejumlah
pengunjuk rasa juga ditangkap.
Saksi mata mengungkapkan pasukan rezim menggunakan peluru karet untuk membubarkan unjuk rasa yang berlangsung Jumat 12 Oktober 2012.
Saksi mata mengungkapkan pasukan rezim menggunakan peluru karet untuk membubarkan unjuk rasa yang berlangsung Jumat 12 Oktober 2012.
Hampir setiap hari terjadi aksi protes anti-rezim untuk menuntut pembebasan para tahanan politik dan diakhirinya pelanggaran hak asasi manusia oleh rezim Al Khalifa.
Pulau kecil di pesisir
Teluk Persia yang menjadi pangkalan armada Kelima Angkatan Laut AS itu
menjadi ajang protes rakyat Bahrain sejak Februari tahun lalu.
Raja Hamad bin Isa Al Khalifa bertanggung jawab atas kematian dan penangkapan para demonstran.
Puluhan orang tewas akibat tindakan keras pasukan keamanan rezim, yang juga menangkap ratusan orang, termasuk dokter dan perawat.
Sebuah laporan yang diterbitkan oleh Komisi Penyelidik Independen Bahrain pada bulan November 2011 lalu menemukan bahwa rezim Al Khalifa menggunakan 'kekuatan yang berlebihan' dalam aksi memberangus protes rakyatnya sendiri. Organisasi HAM itu juga menuduh pemerintah Manama menyiksa aktivis politik, politisi, dan demonstran.| AT | M | Irib |
