
Acehtraffic.com - Sebuah jajak pendapat terbaru mengungkapkan lebih dari 75 persen rakyat Turki menentang perang dengan tetangganya Suriah.
Jajak pendapat ini dilakukan oleh Metropol, sebuah lembaga yang dekat dengan pemerintah Turki, dengan menyurvei 3.000 responden.
Para analis percaya adanya ketidaksesuaian tajam antara kebijakan pemerintah dan opini publik Turki.
Friksi antara Ankara dan Damaskus meningkat setelah sebuah mortir ditembakkan dari wilayah Suriah dan menewaskan lima orang di kota tenggara Turki Akcakale, Provinsi Sanliurfa pada Rabu.
Sejumlah tentara Suriah juga dilaporkan tewas akibat serangan pasukan Turki di sebuah pos militer di dekat kota perbatasan Tel Abyad pada Kamis pagi. Serangan militer Turki itu sebagai balasan atas tembakan mortir yang diduga dilakukan oleh militer Suriah pada Rabu di kota Akcakale.
Pada 9 Oktober, Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan bahwa pasukan bersenjata Turki tidak akan ragu untuk menyerang kembali Suriah.
Sementara itu Suriah menyatakan telah memulai penyelidikan terkait penyebab serangan mortir ke wilayah Turki tersebut. Pada Rabu, Menteri Informasi Suriah Omran Zoabi mengirimkan pesan belasungkawa kepada warga Turki dan keluarga korban. Zoabi menegaskan bahwa Damaskus menghormati kedaulatan negara tetangganya
Turki telah meningkatkan kehadiran militernya di perbatasan dengan Suriah selama beberapa minggu terakhir, dengan menempatkan tank, rudal anti-pesawat, dan pasukan tambahan di daerah tersebut.| AT | M | irib |
Jajak pendapat ini dilakukan oleh Metropol, sebuah lembaga yang dekat dengan pemerintah Turki, dengan menyurvei 3.000 responden.
Para analis percaya adanya ketidaksesuaian tajam antara kebijakan pemerintah dan opini publik Turki.
Friksi antara Ankara dan Damaskus meningkat setelah sebuah mortir ditembakkan dari wilayah Suriah dan menewaskan lima orang di kota tenggara Turki Akcakale, Provinsi Sanliurfa pada Rabu.
Sejumlah tentara Suriah juga dilaporkan tewas akibat serangan pasukan Turki di sebuah pos militer di dekat kota perbatasan Tel Abyad pada Kamis pagi. Serangan militer Turki itu sebagai balasan atas tembakan mortir yang diduga dilakukan oleh militer Suriah pada Rabu di kota Akcakale.
Pada 9 Oktober, Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan bahwa pasukan bersenjata Turki tidak akan ragu untuk menyerang kembali Suriah.
Sementara itu Suriah menyatakan telah memulai penyelidikan terkait penyebab serangan mortir ke wilayah Turki tersebut. Pada Rabu, Menteri Informasi Suriah Omran Zoabi mengirimkan pesan belasungkawa kepada warga Turki dan keluarga korban. Zoabi menegaskan bahwa Damaskus menghormati kedaulatan negara tetangganya
Turki telah meningkatkan kehadiran militernya di perbatasan dengan Suriah selama beberapa minggu terakhir, dengan menempatkan tank, rudal anti-pesawat, dan pasukan tambahan di daerah tersebut.| AT | M | irib |
