News Update :

Bank Dunia Prediksikan Ekonomi Indonesia Bakal Melambat

Senin, 15 Oktober 2012

Jakarta | Acehtraffic.com - Kinerja ekspor yang belum membaik serta mulai melambatnya konsumsi domestik Indonesia membuat Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal melambat dari sebelumnya.

Dua kuartal sebelumnya, dengan dukungan kinerja investasi yang tinggi, ekonomi Indonesia mampu tumbuh cukup signifikan yakni 6,3-6,4 persen. Namun, Bank Dunia pesimis capaian ini bisa berlanjut hingga akhir tahun. Ekonomi nasional diperkirakan hanya mampu tumbuh di kisaran 6,1 persen. Jauh di bawah target pemerintah yang yakin ekonomi nasional mampu tumbuh di kisaran 6,5 persen.

Ekonom Utama dan Penasehat Ekonomi Bank Dunia untuk Indonesia Ndiame Diop mengatakan Indonesia perlu mempersiapkan diri lebih baik seiring melemahnya kinerja perekonomian China. Dampak pelemahan China akan memukul perekonomian dunia termasuk Indonesia.

"Untuk tetap kuat, pemerintah selama ini memang telah menyiapkan CMP dan Indonesia punya kemampuan untuk menangani masalah fiskal. Permasalahannya bagaimana bisa mengkonsolidasikan fiskal untuk melindungi yang lemah," ujar Diop dalam seminar bertajuk 'Indonesia Economic Quarterly' di The Energy Tower, Jakarta, Senin (15/10).

Pemerintah juga diminta untuk memperhatikan kualitas belanja. Pengeluaran yang lebih produktif seperti pembangunan infrastruktur akan membuat kinerja investasi terus meningkat.

Belanja untuk subsidi yang lebih tinggi dari perkiraan dan melambatnya penerimaan negara membuat Bank Dunia memprediksi defisit akan melebar hingga level 2,4 persen atau di atas perkiraan APBN-P yakni 2,2 persen dari PDB. Hal ini yang menurutnya harus diantisipasi.

"Kualitas belanja juga penting untuk meningkatkan FDI. UU harus diarahkan agar investasi lebih baik lagi," tuturnya.

Tahun depan, kata dia, akan lebih berat. Risiko perlambatan ekonomi dunia tetap akan ada dan membayangi perekonomian nasional. Ekonomi Indonesia tahun depan diperkirakan hanya mampu tumbuh di kisaran 6,3 persen. Tantangan di tahun mendatang adalah pencairan anggaran infrastruktur dan terus meningkatnya anggaran subsidi.

"Biaya subsidi yang tinggi akan membawa risiko mengurangi investasi publik," ucapnya.
| AT | M | MR |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016