News Update :

Menguak Kemelut Internal Israel

Senin, 08 Oktober 2012



Acehtraffic.com - Sejumlah anggota parlemen Israel mendesak pencopotan menteri peperangan Ehud Barak dari jabatannya. Pasalnya, koran Zionis Maariv mengutip sumber yang dekat dengan PM Israel memberitakan bahwa Benyamin Netanyahu kecewa atas lawatan terbaru Ehud Barak ke AS. Lawatan menteri peperangan Israel ke AS itu disebut-sebut mempersoalkan kebijakan Netanyahu dan merusak citra politiknya.

Di tengah meningkatnya tensi friksi internal antarpejabat teras Tel Aviv, Menteri Luar Negeri Israel, Avigdor Lieberman menggulirkan usulan pemilu dini. Lieberman dalam pertemuan dengan Netanyahu membicarakan sejumlah masalah penting terutama mengenai anggaran dan pemilu.

Tampaknya posisi Netanyahu semakin terjepit. Jika Netanyahu tidak mampu mencapai kesepakatan dengan kabinet koalisi mengenai anggaran mendatang, terutama soal anggaran militer, maka akan digelar pemilu dini. Lieberman yang telah menjabat sebagai menteri luar negeri di kabinet Netanyahu selama 3,5 tahunan menilai pemilu dini sebagai solusi untuk meredakan masalah yang menimpa Israel terutama mengenai krisis ekonomi dan keamanan. Di luar sikapnya yang berseberangan dengan kebijakan Netanyahu, Lieberman menegaskan tidak akan mendukung draf anggaran 2013.

Gonjang-ganjing pemilu dini mulai mengemuka sejak pertengahan September lalu demi meredam gejolak dan pecahnya koalisi kabinet Netanyahu. Usulan ini digulirkan Netanyahu untuk membungkam suara oposisi kebijakannya, terutama para penentang kenaikan anggaran militer dan opsi serangan militer terhadap Iran. Bahkan Netanyahu dalam pertemuan dengan para pejabat teras Tel Aviv sudah menetapkan "hari H" pemilu dini tersebut.

Kabinet koalisi yang dibentuk Netanyahu sudah tidak solid lagi. Itu bukan cerita baru. Sejak awal pembentukannya, kabinet itu diwarnai sejumlah friksi besar yang dipicu benturan antara kepentingan di dalamnya. Koalisi gabungan kubu kanan ekstrim, sayap kiri dan kaum agamis Yahudi itu sedari awal sering bertubrukan kepentingan hingga nyaris membuat kabinet Netanyahu itu terancam bubar. Terakhir kali pada Mei 2012, kabinet bentukan perdana menteri ambisius itu berhasil keluar hari kehancuran dengan menggandeng partai rivalnya Kadima. Hampir saja peristiwa itu menyebabkan bubarnya kabinet, dan berdampak pembubaran perlemen.

Netanyahu bercokol sebagai perdana menteri Israel sejak tahun 2009. Selama menjabat sekitar 3,5 tahun, Netanyahu sangat agresif menggulirkan propaganda haus perang yang memicu kecaman keras dari warga Zionis dan pejabat Tel Aviv sendiri. Kebijakan tersebut kini menjadi bumerang bagi dirinya sendiri, sekaligus menyeret Israel semakin mendekat ke jurang kehancuran yang dalam.| AT | M | Irib |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016