
Acehtraffic.com - Pasukan Bahrain yang didukung tentara Saudi menangkap aktivis hak asasi manusia Mohammed al-Maskati sebagai tindakan keras rezim Manama memberangus suara oposisi.
Presiden Masyarakat Pemuda untuk Hak Asasi Manusia Bahrain ini ditangkap pada hari Selasa 16 Oktober 2012. Penahanannya datang tidak lama setelah ia menyampaikan pidato terhadap keputusan dinasti Al Khalifa di Jenewa.
Sementara itu, pengadilan Bahrain telah menolak permohonan untuk melepaskan kepala Pusat HAM Bahrain, Nabeel Rajab, dan menunda sidang sampai bulan depan.
Maskati dan Rajab termasuk diantara ribuan orang yang ditahan rezim Al Khalifa sejak awal protes anti-rezim meletus di negara Arab itu.
Sebelumnya, rakyat Bahrain melanjutkan aksi protes menentang rezim Al Khalifa untuk menunjukkan solidaritas terhadap aktivis HAM dan petugas medis yang ditahan.
Para ahli medis itu dipenjara sejak awal Oktober setelah Pengadilan Bahrain menjatuhkan vonis hukuman. Mereka termasuk di antara dua puluh dokter dan perawat yang bekerja di Manama selama pemberontakan melawan rezim Al Khalifa.
Pihak berwenang Bahrain mengklaim para pekerja medis menggunakan rumah sakit untuk kegiatan anti-pemerintah, kepemilikan senjata, dan pencurian peralatan medis. Namun klaim mereka ditolak karena tudingan itu tidak terbukti. Para pekerja medis mengatakan pemerintah menghukum mereka karena mengobati orang-orang yang mengambil bagian dalam demonstrasi.
Asosiasi Dokter untuk Hak Asasi Manusia mengatakan dokter dan perawat ditahan, disiksa, dan bahkan menghilang karena mereka memiliki bukti kekejaman yang dilakukan oleh pemerintah, aparat keamanan, dan polisi anti huru hara dalam penumpasan terhadap para demonstran damai.
Sebuah laporan yang diterbitkan oleh Komisi Penyelidik Independen Bahrain pada bulan November 2011 menemukan bahwa rezim Al Khalifa menggunakan kekuatan yang berlebihan dalam penumpasan protes rakyat. Tidak hanya itu, laporan tersebut juga menyebut rezim Al Khalifa menyiksa aktivis HAM, politisi, dan demonstran.| AT | M | Irib |
Presiden Masyarakat Pemuda untuk Hak Asasi Manusia Bahrain ini ditangkap pada hari Selasa 16 Oktober 2012. Penahanannya datang tidak lama setelah ia menyampaikan pidato terhadap keputusan dinasti Al Khalifa di Jenewa.
Sementara itu, pengadilan Bahrain telah menolak permohonan untuk melepaskan kepala Pusat HAM Bahrain, Nabeel Rajab, dan menunda sidang sampai bulan depan.
Maskati dan Rajab termasuk diantara ribuan orang yang ditahan rezim Al Khalifa sejak awal protes anti-rezim meletus di negara Arab itu.
Sebelumnya, rakyat Bahrain melanjutkan aksi protes menentang rezim Al Khalifa untuk menunjukkan solidaritas terhadap aktivis HAM dan petugas medis yang ditahan.
Para ahli medis itu dipenjara sejak awal Oktober setelah Pengadilan Bahrain menjatuhkan vonis hukuman. Mereka termasuk di antara dua puluh dokter dan perawat yang bekerja di Manama selama pemberontakan melawan rezim Al Khalifa.
Pihak berwenang Bahrain mengklaim para pekerja medis menggunakan rumah sakit untuk kegiatan anti-pemerintah, kepemilikan senjata, dan pencurian peralatan medis. Namun klaim mereka ditolak karena tudingan itu tidak terbukti. Para pekerja medis mengatakan pemerintah menghukum mereka karena mengobati orang-orang yang mengambil bagian dalam demonstrasi.
Asosiasi Dokter untuk Hak Asasi Manusia mengatakan dokter dan perawat ditahan, disiksa, dan bahkan menghilang karena mereka memiliki bukti kekejaman yang dilakukan oleh pemerintah, aparat keamanan, dan polisi anti huru hara dalam penumpasan terhadap para demonstran damai.
Sebuah laporan yang diterbitkan oleh Komisi Penyelidik Independen Bahrain pada bulan November 2011 menemukan bahwa rezim Al Khalifa menggunakan kekuatan yang berlebihan dalam penumpasan protes rakyat. Tidak hanya itu, laporan tersebut juga menyebut rezim Al Khalifa menyiksa aktivis HAM, politisi, dan demonstran.| AT | M | Irib |
