
Taheran | Acehtraffic.com - Divisi Komando Pertahanan Udara Iran mengumumkan perancangan pesawat tak berawak baru (UAV) yang sanggup membawa bom. Namun Iran tidak mengatakan, apakah pesawat itu sanggup menjangkau Israel.
Pengumuman itu diutarakan oleh salah seorang pejabat militer Iran Brigadir Jendral Frazad Esmaili, setelah Hizbullah menerbangkan pesawat intai tak berawak milik Iran ke wilayah Israel.
"Pesawat ini akan digunakan untuk operasi penyelidikan dan pengangkutan kargo, bila diperlukan," ujar Esmaili, seperti dikutip FARS, Senin 15 Oktober 2012.
Menurut laporan, pesawat yang disebut dengan nama Hazem itu tidak didesain untuk membawa misil. Namun pesawat Hazem sanggup membawa bahan peledak. Esmaili juga tidak menjelaskan, apakah pesawat itu mampu menjangkau wilayah udara Israel.
Belakangan ini, Iran menoreh prestasi dalam bidang militer dan sipil. Di antaranya adalah keberhasilan mereka dalam membangun kapal selam nuklir, serta melakukan tes misil jarak jauhnya.
Pada Agustus 2010 lalu, Iran berhasil membangun pesawat tak berawak pertamanya yang bernama Karrar. Selain sanggup melesat dengan kecepatan tinggi, pesawat itu mampu mengumpulkan informasi-informasi intelijen dengan baik.
Esmaili menambahkan, pesawat Hazem yang baru, sanggup untuk mengudara selama 24 jam non-stop. Militer Iran juga menambahkan, kekuatan militernya tidak akan mengancam negara manapun. Hal itu sudah tercantum dalam doktrin pertahanan Negeri Persia.| AT | M | OZ |
Pengumuman itu diutarakan oleh salah seorang pejabat militer Iran Brigadir Jendral Frazad Esmaili, setelah Hizbullah menerbangkan pesawat intai tak berawak milik Iran ke wilayah Israel.
"Pesawat ini akan digunakan untuk operasi penyelidikan dan pengangkutan kargo, bila diperlukan," ujar Esmaili, seperti dikutip FARS, Senin 15 Oktober 2012.
Menurut laporan, pesawat yang disebut dengan nama Hazem itu tidak didesain untuk membawa misil. Namun pesawat Hazem sanggup membawa bahan peledak. Esmaili juga tidak menjelaskan, apakah pesawat itu mampu menjangkau wilayah udara Israel.
Belakangan ini, Iran menoreh prestasi dalam bidang militer dan sipil. Di antaranya adalah keberhasilan mereka dalam membangun kapal selam nuklir, serta melakukan tes misil jarak jauhnya.
Pada Agustus 2010 lalu, Iran berhasil membangun pesawat tak berawak pertamanya yang bernama Karrar. Selain sanggup melesat dengan kecepatan tinggi, pesawat itu mampu mengumpulkan informasi-informasi intelijen dengan baik.
Esmaili menambahkan, pesawat Hazem yang baru, sanggup untuk mengudara selama 24 jam non-stop. Militer Iran juga menambahkan, kekuatan militernya tidak akan mengancam negara manapun. Hal itu sudah tercantum dalam doktrin pertahanan Negeri Persia.| AT | M | OZ |
