
Acehtraffic.com - Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan bahwa utang publik di negara-negara maju kini setara dengan "level di zaman perang" dan merupakan ancaman besar bagi perekonomian global.
"Tanpa pertumbuhan, masa depan ekonomi global berada dalam bahaya, dan mungkin hambatan terbesar adalah begitu banyaknya warisan utang pemerintah, yang sekarang rata-rata 110 persen (dari GDP) di negara-negara maju, seperti tingkat di zaman perang," kata Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde pada pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Tokyo, Jumat 12 Oktober 2012, seperti dikutip Press TV.
"Kondisi itu menyebabkan pemerintah di negara-negara dengan utang besar sangat rentan mengalami krisis kepercayaan," tambahnya.
"Kita telah menyaksikan di zona euro, misalnya. Masalah ini juga mengekang pemerintah, terutama ketika mereka berusaha membangun infrastruktur di abad ke-21 sekaligus tetap mempertahankan kebijakan-kebijakan lain, terutama di sektor sosial seperti yang telah dijanjikan di abad ke-20," jelas Lagarde.
Lagarde lebih lanjut menekankan bahwa penurunan beban utang pemerintah harus menjadi prioritas dan namun itu sangat sulit dipenuhi tanpa pertumbuhan.
Pada 9 Oktober lalu, IMF melaporkan bahwa ekonomi global bisa bertambah buruk bila krisis utang di zona euro dan masalah fiskal Amerika Serikat tidak segera diselesaikan.
Sehari kemudian, IMF juga memperingatkan bahwa kepercayaan keuangan global kini "sangat rapuh." Lembaga itu menyerukan para pembuat kebijakan di Eropa untuk memperkuat sektor finansial mereka.
Eropa jatuh ke dalam krisis keuangan pada awal tahun 2008. Sekarang, sejumlah negara Eropa seperti Yunani, Spanyol, Portugal, Italia, dan Irlandia terancam gagal bayar utang.| AT | M | Irib |
"Tanpa pertumbuhan, masa depan ekonomi global berada dalam bahaya, dan mungkin hambatan terbesar adalah begitu banyaknya warisan utang pemerintah, yang sekarang rata-rata 110 persen (dari GDP) di negara-negara maju, seperti tingkat di zaman perang," kata Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde pada pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Tokyo, Jumat 12 Oktober 2012, seperti dikutip Press TV.
"Kondisi itu menyebabkan pemerintah di negara-negara dengan utang besar sangat rentan mengalami krisis kepercayaan," tambahnya.
"Kita telah menyaksikan di zona euro, misalnya. Masalah ini juga mengekang pemerintah, terutama ketika mereka berusaha membangun infrastruktur di abad ke-21 sekaligus tetap mempertahankan kebijakan-kebijakan lain, terutama di sektor sosial seperti yang telah dijanjikan di abad ke-20," jelas Lagarde.
Lagarde lebih lanjut menekankan bahwa penurunan beban utang pemerintah harus menjadi prioritas dan namun itu sangat sulit dipenuhi tanpa pertumbuhan.
Pada 9 Oktober lalu, IMF melaporkan bahwa ekonomi global bisa bertambah buruk bila krisis utang di zona euro dan masalah fiskal Amerika Serikat tidak segera diselesaikan.
Sehari kemudian, IMF juga memperingatkan bahwa kepercayaan keuangan global kini "sangat rapuh." Lembaga itu menyerukan para pembuat kebijakan di Eropa untuk memperkuat sektor finansial mereka.
Eropa jatuh ke dalam krisis keuangan pada awal tahun 2008. Sekarang, sejumlah negara Eropa seperti Yunani, Spanyol, Portugal, Italia, dan Irlandia terancam gagal bayar utang.| AT | M | Irib |
