News Update :

DBD Mewabah Lhokseumawe, Fogging Saja Tidak Cukup

Selasa, 30 Oktober 2012

Lhokseumawe | Acehtraffic.com - Terkait maraknya pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di beberapa rumah sakit di wilayah Lhokseumawe, Kabid Pencegahan Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman (P2PLP) dinas kesehatan kota Lhokseumawe, Nizan Mauyah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungannya, melakukan 3M yaitu menguras, menutup dan mengubur guna membasmi tempat berkembang biak nyamuk demam berdarah Aides Aygipty karena jika hanya mengandalkan fogging saja tidak cukup.

“Solusinya harus semua pihak, tidak mungkin harus dinas kesehatan sendiri untuk memberantas DBD. DBD itu tidak sanggup kita berantas, salah satu kuncinya menjaga kebersihan lingkungan,” terang Nizan Mauyah.

Lanjutnya, “Masyarakat sendiri harus menjaga lingkungannya, kalau kami hanya bisa melakukan fogging. Sebenarnya yang paling penting adalah masyarakat harus pro aktif juga memberantas DBD. Kalau lingkungannya jelek meski di fogging hanya nyamuk dewasa yang terbunuh,” ucap Nizan.

Beberapa pasien DBD yang kini sedang dirawat di Rumah Sakit Melati Lhokseumawe kemarin 29 Oktober 2012 pernah mengatakan bahwa di desa mereka tidak pernah dilakukan fogging. Menurut Nizan, pihaknya harus mencari terlebih dahulu sumbernya tidak bisa asal semprot. “Jika tidak ada kasus ngapain kita sebarkan zat kimia didesa itu. Kalau bicara kasus, kita kan nggak langsung begitu kita tahu kita langsung turun. Kita kan periksa dulu, jangan-jangan dia tidak digigit nyamuk didesa itu tetapi digigit di daerah lain lalu pulang kesini dia sakit mana sempat kita lihat sumbernya.”

Nizan Mauyah
Nizan melanjutkan, “Kita cari sumbernya, bukan kita semprot ditempat yang tidak ada nyamuknya. Kalau masyarakat tidak pro aktif apa mau kita kata. Upaya-upaya yang kita lakukan adalah penyuluhan, sosialisasi dan fogging. Fogging manfaatnya hanya 10%.”

Pernyataan Nizan tersebut bukan tidak beralasan, fogging dengan insektisida saat ini masih menjadi perdebatan karena efek residunya mengganggu ekosistem lain. Saat ini masyarakat memiliki persepsi yang perlu diluruskan terhadap tindakan yang dianggap jitu tetapi sangat berbahaya terhadap keselamatan dirinya atau keselamatan umum. Padahal masalah itu sebenarnya bisa dicegah dengan biaya murah dan tidak meninggalkan efek samping.

Dampak dari fogging, nyamuk yang mati hanya nyamuk dewasa. Fogging sangat mencemari lingkungan dengan Pestisida (racun) yang pada akhirnya mencemari manusia, sehingga jika pestisida masuk kedalam tubuh manusia melalui pernafasan dan mulut dari tangan, peralatan makanan / minuman atau makanan yang dimakan terkena pestisida maka akan mengganggu kesehatan.

Disamping itu tindakan fogging harganya mahal dan hasilnya tidak sebegitu signifikan, karena setiap fogging hanya focus dengan radius 100 meter dan membutuhkan 3 liter Pestisida dan 60 liter solar dan akhirnya dengan fogging masyarakat menjadi terlena dan nyamuknya menjadi resisten. | AT | HR |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016