Lhokseumawe | Acehtraffic.com - Terkait
maraknya pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di beberapa rumah sakit di wilayah
Lhokseumawe, Kabid Pencegahan Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan
Pemukiman (P2PLP) dinas kesehatan kota Lhokseumawe, Nizan Mauyah mengajak seluruh
lapisan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungannya, melakukan 3M yaitu
menguras, menutup dan mengubur guna membasmi tempat berkembang biak nyamuk
demam berdarah Aides Aygipty karena jika hanya mengandalkan fogging saja tidak cukup.
“Solusinya harus semua pihak,
tidak mungkin harus dinas kesehatan sendiri untuk memberantas DBD. DBD itu
tidak sanggup kita berantas, salah satu kuncinya menjaga kebersihan lingkungan,”
terang Nizan Mauyah.
Lanjutnya, “Masyarakat sendiri
harus menjaga lingkungannya, kalau kami hanya bisa melakukan fogging. Sebenarnya
yang paling penting adalah masyarakat harus pro aktif juga memberantas DBD.
Kalau lingkungannya jelek meski di fogging hanya nyamuk dewasa yang terbunuh,”
ucap Nizan.
Beberapa pasien DBD yang kini
sedang dirawat di Rumah Sakit Melati Lhokseumawe kemarin 29 Oktober 2012 pernah
mengatakan bahwa di desa mereka tidak pernah dilakukan fogging. Menurut Nizan,
pihaknya harus mencari terlebih dahulu sumbernya tidak bisa asal semprot. “Jika
tidak ada kasus ngapain kita sebarkan zat kimia didesa itu. Kalau bicara kasus,
kita kan nggak langsung begitu kita tahu kita langsung turun. Kita kan periksa
dulu, jangan-jangan dia tidak digigit nyamuk didesa itu tetapi digigit di daerah
lain lalu pulang kesini dia sakit mana sempat kita lihat sumbernya.”
| Nizan Mauyah |
Pernyataan Nizan tersebut bukan
tidak beralasan, fogging dengan insektisida saat ini masih menjadi perdebatan
karena efek residunya mengganggu ekosistem lain. Saat ini masyarakat memiliki
persepsi yang perlu diluruskan terhadap tindakan yang dianggap jitu tetapi
sangat berbahaya terhadap keselamatan dirinya atau keselamatan umum. Padahal
masalah itu sebenarnya bisa dicegah dengan biaya murah dan tidak meninggalkan
efek samping.
Dampak dari fogging, nyamuk yang
mati hanya nyamuk dewasa. Fogging sangat mencemari lingkungan dengan Pestisida
(racun) yang pada akhirnya mencemari manusia, sehingga jika pestisida masuk
kedalam tubuh manusia melalui pernafasan dan mulut dari tangan, peralatan makanan
/ minuman atau makanan yang dimakan terkena pestisida maka akan mengganggu
kesehatan.
Disamping itu tindakan fogging
harganya mahal dan hasilnya tidak sebegitu signifikan, karena setiap fogging
hanya focus dengan radius 100 meter dan membutuhkan 3 liter Pestisida dan 60
liter solar dan akhirnya dengan fogging masyarakat menjadi terlena dan
nyamuknya menjadi resisten. | AT | HR |

