Aceh Utara | Acehtraffic.com - Menanggapi aksi mahasiswa Nisam yang tergabung dalam gerakan persatuan mahasiswa Nisam [Gapman] yang telah beberapa kali memblokir jalan dan mengumpulkan uang receh beberapa waktu lalu untuk diberikan kepada pemkab Aceh Utara nantinya. Cagee menjelaskan, pada tahun 2008 lalu pemerintah telah memplotkan anggaran sebesar 12 Miliar atau 10 Miliar lebih.
Menurut Cagee pada saat itu sebetulnya program utama adalah penyelesaian jalan Nisam tersebut. Tetapi seiring berjalannya waktu ada kendala dilapangan yaitu, masalah pembebasan lahan masyarakat sekitar yang terkena pelebaran jalan tersebut seperti desa Palo Gadeng, Blang Karieng, Kampung Barat dan Blang Dalam, sehingga anggaran yang di plotkan tersebut dipindahkan ke ruas yang lain. “Kalau tidak terkendala dengan masalah pembebasan dari kemarin sudah siap jalan tersebut,” ujar Azhari Cagee, Senin, 01 Oktober 2012.
Rencananya dalam otsus 2013 dari jatah Aceh Utara sudah dianggarkan dua miliar lebih dan ada anggaran lainnya juga yang rencananya akan di plotkan oleh pemerintah provinsi untuk jalan tersebut, tapi seberapa besar anggarannya Cagee mengaku belum tahu karena masih pembahasan ditingkat provinsi.
Mengenai aksi pemblokiran jalan dan pengumpulan koin yang dilakukan mahasiswa Nisam, Cagee menilai wajar-wajar saja mereka melakukan demo tetapi, Cagee menyarankan hendaknya mereka melakukan demo dengan cara-cara yang santun, tidak mengganggu daripada ketertiban umum. Seperti memblokir jalan dan hal lain. “Kita juga mengusulkan agar mereka melakukan audiensi dengan dewan. Melakukan pertemuan dengan pihak Bupati. Jadi jangan langsung main aksi tanpa tahu duduk permasalahan,” jelas Cagee. | AT | HR |
