
Acehtraffic.com - Ayatullah Nouri Hamedani menyatakan, "Kebahagiaan manusia terletak pada tiga hal, pertama adalah taufik dari Allah. Manusia harus selalu meminta taufik dari Allah Swt yang mengantarkan berkah dan kebaikan baginya."
Hal itu dikemukakan Hamedani Selasa 16 Oktober 2012 dalam pertemuan beliau dengan pasukan dari Kementerian Pertahanan Iran. Seraya menyampaikan belasungkawa atas peringatan gugur syahidnya Imam Jawad as, Ayatullah Hamedani mengatakan, "Hal kedua adalah bahwa setiap orang mukmin harus selalu mengingatkan batinnya, dan ini adalah bentuk dari kebangkitan diri, seperti kebangkitan umat Islam yang sedang terjadi."
Adapun hal ketiga yang mengantarkan manusia pada kebahagiaan adalah tawadhu' atau kerendahan diri.
Di bagian lain, Ayatullah Hamedani menjelaskan bahwa dalam al-Quran disebutkan, setiap masyarakat sama seperti manusia, memiliki usia dan masa hidup, dan adapun umur kehidupan masyarakat tergantung pada perilaku dan sikapnya.
"Dewasa ini, kebangkitan dan perlawanan, sedang merambat ke berbagai penjuru dunia selangkah demi selangkah dan kita hidup di masa ketika umat Islam dan kaum tertindas bangkit melawan musuh."
Beliau menilai akar dari kebangkitan Islam berasal dari mengenal musuh, mengenal perilaku musuh serta sarana dan anasir mereka.
"Sebelum Revolusi Islam, orang-orang Eropa mengusulkan perubahan abjad arab dengan alphabet latin dan menggeser libur hari Jum'at menjadi hari Ahad kepada Ayatullah al-Udzma Bourujerdi. Akan tetapi beliau menentang keras usulan tersebut," tegas Ayatullah Hamedani.
Menurut beliau, dengan usulan tersebut mereka ingin masyarakat tetap terbelakang, akan tetapi berkat Revolusi Islam, dalam jangka waktu pendek, semua warga desa dan kota menikmati saluran air, listrik dan telepon, dan dengan cepat negara semakin maju.| AT | M | Irib |
Hal itu dikemukakan Hamedani Selasa 16 Oktober 2012 dalam pertemuan beliau dengan pasukan dari Kementerian Pertahanan Iran. Seraya menyampaikan belasungkawa atas peringatan gugur syahidnya Imam Jawad as, Ayatullah Hamedani mengatakan, "Hal kedua adalah bahwa setiap orang mukmin harus selalu mengingatkan batinnya, dan ini adalah bentuk dari kebangkitan diri, seperti kebangkitan umat Islam yang sedang terjadi."
Adapun hal ketiga yang mengantarkan manusia pada kebahagiaan adalah tawadhu' atau kerendahan diri.
Di bagian lain, Ayatullah Hamedani menjelaskan bahwa dalam al-Quran disebutkan, setiap masyarakat sama seperti manusia, memiliki usia dan masa hidup, dan adapun umur kehidupan masyarakat tergantung pada perilaku dan sikapnya.
"Dewasa ini, kebangkitan dan perlawanan, sedang merambat ke berbagai penjuru dunia selangkah demi selangkah dan kita hidup di masa ketika umat Islam dan kaum tertindas bangkit melawan musuh."
Beliau menilai akar dari kebangkitan Islam berasal dari mengenal musuh, mengenal perilaku musuh serta sarana dan anasir mereka.
"Sebelum Revolusi Islam, orang-orang Eropa mengusulkan perubahan abjad arab dengan alphabet latin dan menggeser libur hari Jum'at menjadi hari Ahad kepada Ayatullah al-Udzma Bourujerdi. Akan tetapi beliau menentang keras usulan tersebut," tegas Ayatullah Hamedani.
Menurut beliau, dengan usulan tersebut mereka ingin masyarakat tetap terbelakang, akan tetapi berkat Revolusi Islam, dalam jangka waktu pendek, semua warga desa dan kota menikmati saluran air, listrik dan telepon, dan dengan cepat negara semakin maju.| AT | M | Irib |
