Jakarta | Acehtraffic.com- Pengamat hukum Yesmil Anwar menilai, tidak logis kalau Andi Mallarangeng tidak termasuk dalam laporan audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam kasus proyek pembangunan sarana olahraga di Bukit Hambalang, Bogor.
Menurut dia, secara logika ada intervensi pihak lain dalam penanganan kasus Hambalang. Sebab, proyek Hambalang adalah proyek yang sedemikian besar.
Menurut dia, secara logika ada intervensi pihak lain dalam penanganan kasus Hambalang. Sebab, proyek Hambalang adalah proyek yang sedemikian besar.
"Proyek (Hambalang) sedemikian besar, secara logika ada intervensi luar dalam masalah kasus ini," ujarnya kepada INILAH.COM di Jakarta, Minggu 28 Oktober 2012.
Dia menjelaskan, prinsipnya laporan audit investigasi BPK belum selesai dan ditunggu saja hasilnya seperti apa.
Sebelumnya anggota BPK Taufiqurahman Ruki sempat mempertanyakan hilangnya nama Andi Malarangeng dan perusahaan-perusahaan yang diduga terlibat dalam proyek Hambalang pada laporan audit investigasi BPK. Ruki menilai itu karena telah terjadi intervensi terhadap BPK meskipun kemudian dia meralat pernyataannya.
Dari sikap ini berarti ada hikmah yang bisa diambil. Yaitu masyarakat masih kurang percaya dalam audit yang dilakukan karena dalam BPK sendiri ada konflik internal.
Yesmil menambahkan, saat ini tinggal ditunggu saja hasil akhir dari audit investigasi BPK. Kalau memang Andi malarangeng tidak ada dalam hasil audit nanti, maka dinilainya tidak logis. Ditambah lagi sikap dari Taufiqurahman Ruki yang juga mempertanyakan hal tersebut.
Dia menjelaskan, prinsipnya laporan audit investigasi BPK belum selesai dan ditunggu saja hasilnya seperti apa.
Sebelumnya anggota BPK Taufiqurahman Ruki sempat mempertanyakan hilangnya nama Andi Malarangeng dan perusahaan-perusahaan yang diduga terlibat dalam proyek Hambalang pada laporan audit investigasi BPK. Ruki menilai itu karena telah terjadi intervensi terhadap BPK meskipun kemudian dia meralat pernyataannya.
Dari sikap ini berarti ada hikmah yang bisa diambil. Yaitu masyarakat masih kurang percaya dalam audit yang dilakukan karena dalam BPK sendiri ada konflik internal.
Yesmil menambahkan, saat ini tinggal ditunggu saja hasil akhir dari audit investigasi BPK. Kalau memang Andi malarangeng tidak ada dalam hasil audit nanti, maka dinilainya tidak logis. Ditambah lagi sikap dari Taufiqurahman Ruki yang juga mempertanyakan hal tersebut.
"Ini adalah cara pendekatan BPK. Dari sikap Taufiqurahman Ruki masyarakat bisa menilai," kata dia. | AT | R | INC|

