
acehtraffic.com - Setidaknya tiga orang telah kehilangan nyawa mereka dalam aksi kekerasan komunal baru di negara bagian Rakhine, Myanmar bagian barat, seorang pejabat setempat mengatakan.
"Seorang pria etnis Rakhine dan dua wanita Muslim tewas di desa selama bentrokan di Pandeinkone (Senin) kemarin ," kata Kepala Pengadilan Negara Bagian Rakhine Hla Thein Selasa.
Dia menambahkan bahwa lebih dari 300 rumah juga rusak setelah bentrokan pecah antara umat Buddha dan Muslim Rohingya di dua desa tetangga di wilayah tersebut.
Pada hari Minggu, setidaknya sebelas Rohingya Muslim tewas setelah ekstremis Buddha membakar rumah-rumah mereka di dua desa Muslim, Mamra dan Mraut di kota Sittwe, Rakhine.
Tentara Myanmar diduga memberikan wadah besar bensin kepada umat Buddha untuk membakar rumah-rumah penduduk desa Muslim dan memaksa mereka untuk melarikan diri rumah mereka, menurut sebuah laporan Radio Banga pada hari Senin.
Membisunya organisasi hak asasi manusia mengenai penganiayaan terhadap Muslim Rohingya telah membuat ekstremis Buddha dan pasukan pemerintah Myanmar lebih berani.
Pemerintah Myanmar yang bermayoritas Buddha menolak mengakui Rohingya dan telah menggolongkan mereka sebagai migran ilegal, meskipun Rohingya dikatakan keturunan Muslim asal Persia, Turki, Bengali, dan Pathan, yang bermigrasi ke Myanmar pada awal abad ke-8.
Menurut sebuah laporan, ribuan Muslim Rohingya Myanmar hidup dalam kondisi mengerikan di kamp-kamp pengungsi sejak pasukan pemerintah dan ekstremis Buddha mulai membakar desa mereka pada tanggal 10 Agustus.
Laporan itu menyebutkan sejumlah 650 orang Rohingya telah tewas di negara bagian Rakhine di barat negara itu dalam beberapa bulan terakhir. Sementara 1.200 lainnya hilang dan 80.000 orang lagi telah mengungsi. | AT | Z | Press TV
