News Update :

12 Nelayan Meninggal Karena Wabah Kolera di Zambia Tengah

Rabu, 10 Oktober 2012


Lusaka | acehtraffic.com - Sedikitnya 12 nelayan di sebuah kamp pemancingan ikan di distrik Kapiri Mposhi, Zambia tengah, meninggal karena diduga wabah kolera dan beberapa orang lain dirawat di pusat kesehatan setempat, kantor berita milik pemerintah melaporkan pada hari Rabu.

Penyakit yang ditularkan melalui air telah mempengaruhi Swamps Lukanga, menewaskan 12 nelayan antara Senin dan Rabu, seorang pemimpin tradisional mengatakan kepada Layanan Berita dan Informasi Zambia (ZANIS), seperti dikutip Xinhua.

Setidaknya 15 orang lainnya dirawat di rumah sakit setempat.

Agness Chimbuleni, pemimpin tradisional, mengatakan pria meninggal setelah menderita diare berat dan muntah.

Penyakit tersebut mewabah minggu lalu dan petugas kesehatan butuh waktu lama untuk merespon wabah itu, yang telah mengakibatkan kematian, ia menambahkan. "Kami berada dalam situasi krisis dan terabaikan di sini kami telah kehilangan nyawa akibat kolera dan sampai hari Senin pada saat itulah Departemen Kesehatan mereson ketika penyakit mewabah lebih dari seminggu yang lalu," katanya seperti dikutip oleh ZANIS.

Ia menambahkan, orang yang meninggal itu sedang segera dimakamkan di kuburan yang ditetapkan di daerah tersebut.

Namun petugas kesehatan setempat mengatakan bahwa petugas kesehatan telah dikirim ke wilayah tersebut untuk mengambil sampel untuk memastikan apakah penyakit ini kolera, menurut ZANIS.

Petugas Medis Distrik Kapiri Mposhi, Dr Charles Mwinuna mengatakan sejauh ini tidak ada kematian telah tercatat di pusat kesehatan setempat, menambahkan bahwa semua kematian yang dilaporkan sejauh ini datang dari kamp pemancingan.

Penyakit kolera biasa terjadi di Zambia akibat air sumur yang biasa digunakan warga untuk air minum tercemar. Baru-baru ini, kamp pemancingan lain di bagian utara negara itu mengalami wabah kolera di mana lebih dari 100 orang menjadi korban, 2 orang diantaranya tewas. | AT | Z | Xinhua
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016