News Update :

SBY Mengajak Pengusaha Amerika Untuk Galakkan Investasi

Selasa, 25 September 2012

New York | Acehtraffic.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak pengusaha Amerika Serikat untuk meningkatkan investasi di Indonesia. Pemerintah menawarkan berbagai program pengembangan ekonomi.

Dia mengatakan Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat karena memiliki pengalaman menghadapi sejumlah krisis seperti krisis 1997 dan juga memiliki fundamen politik yang kuat sebagai hasil dari reformasi 1998.

"Indonesia bukan hanya menarik bagi investasi, namun merupakan kesempatan emas untuk meningkatkan investasi. Investasi anda saya yakin akan terus berkembang," kata Presiden dalam pidato di Indonesian Investment Day di New York Stock Exchange (NYSE), New York.

Dalam kesempatan tersebut, SBY memamerkan hasil analisa Asia Development Bank yang dalam laporannya meramalkan pada 2050 total produk domestik bruto ekonomi Asia akan meningkat dari USD 16 miliar pada 2010 menjadi USD 148 miliar.

"Dari kondisi itu sekitar dua juta orang akan bergabung menjadi kelas menengah dan 90 persen dari pertumbuhan itu akan disumbangkan oleh negara yang berjuluk Asia 7, di mana Indonesia menjadi salah satunya," katanya.

Dia mengatakan Indonesia sebagai negara yang survive dari beberapa krisis ekonomi terutama krisis 1997 dan 2009, saat ini sedang berusaha meredam krisis ekonomi global saat ini. "Kami beradaptasi dengan krisis melalui melakukan reformasi dengan kecepatan tinggi. Kami beradaptasi dengan globalisasi melalui membuka diri," katanya seperti dilansir antara, Selasa (25/9).

Presiden juga memamerkan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dalam pidatonya. Dia optimis jika proyek tersebut berhasil, pada 2025 maka Indonesia bisa meningkatkan kemampuan daya beli secara keseluruhan hingga USD 1 miliar atau meningkat empat kali dibandingkan saat ini dan pendapatan perkapita akan meningkat menjadi USD 15.000.

"Masterplan memiliki 22 aktivitas ekonomi penting dan ada delapan program yang terintegrasi di sektor pertanian, pertambangan, energi, industri, perikanan, pariwisata, telekomunikasi dan pembangunan sektor strategis lainnya," kata Presiden.

SBY mengatakan total investasi yang dibutuhkan sejak pencanangan 2011 hingga 2025 sejumlah USD 437 miliar. Pemerintah Indonesia dan kalangan bisnis dalam negeri diharapkan berkontribusi 65 persen."Kami mengundang anda untuk bergabung," ungkapnya.

Presiden Yudhoyono selain menyampaikan pidato di NYSE juga dijadwalkan akan menyampaikan pidato dan pandangannya dalam salah satu sesi Sidang Majelis Umum PBB pada 25 September 2012.| AT | M | MR |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016