Acehtraffic.com - Rezim Al Saud melanjutkan cara-cara kekerasan untuk memberangus aksi protes damai rakyatnya sendiri. Baru-baru ini seorang warga Arab Saudi tewas akibat terjangan peluru pasukan keamanan negara Arab itu. Pada Rabu malam 26 September 2012 Salman al-Bandari, warga Al Awamiyah tewas akibat tembakan pasukan pemerintah.
Sebelumnya, dua warga Arab Saudi lainnya di wilayah tersebut tewas akibat aksi serupa yang dilancarkan pasukan rezim Riyadh. Khalid al-Labad dan Hasan Muhammad al-Zahiri, tewas di kawasan al-Awamiyah timur akibat tembakan pasukan pemerintah al-Saudi. Dengan tewasnya tiga warga tersebut, jumlah warga yang tewas di wilayah timur sejak meletusnya aksi protes rakyat di negara ini bertambah menjadi 15 orang.
Pasukan keamanan Arab Saudi selama in juga menangkap lebih dari 700 warga. Hingga kini kebanyakan mereka masih mendekam di dalam penjara tanpa proses pengadilan serta dakwaan yang jelas.
Aksi brutal rezim Al Saud membungkam tuntutan demokratis rakyatnya sendiri mendapat dukungan dari negara arogan dunia. Selama ini, negara yang mengklaim sebagai pengusung HAM itu justru bersikap pasif menyikapi berlanjutnya pelanggaran hak asasi manusia di Arab Saudi. Sikap yang diambil sejumlah negara semacam AS terhadap Saudi jauh berbeda dengan aksinya terhadap Suriah maupun negara lain yang dianggap tidak sejalan dengan kepentingannya.
Sementara itu, Direktur Pusat Demokrasi dan Hak Asasi Manusia Arab Saudi memperingatkan Riyadh ancaman kerusuhan besar dan intervensi asing jika rezim ini tidak memenuhi tuntutan rakyat khususnya pembebasan para tahanan. Ali Alyami Selasa (25/9) menyebut kebijakan pemerintah Saudi gagal dan tidak sesuai dengan situasi negara saat ini.
Menurut aktivis HAM ini, masalah tahanan Arab Saudi tidak dapat diselesaikan kecuali dilakukan perubahan politik, sosial, dan masalah keagamaan secara mendasar dalam kerangka pemerintahan baru dan lembaga-lembaga sipil serta partisipasi rakyat dalam menentukan nasib mereka sendiri.
Para analis politik memandang meningkatnya cara-cara represif yang dilakukan pemerintah Riyadh terhadap rakyatnya sendiri tidak akan mampu membendung tuntutan damai warga wilayah timur yang kaya minyak tapi mereka tidak menikmatinya. Bahkan faktanya semakin diberangus, muncul perlawanan baru yang lebih besar. Mungkin rezim Riyadh lupa, bagi para demonstran cara-cara represif itu justru menjadi bensin yang menyulut api lebih besar dari sebelumnya.| AT | M | Irib |

.jpg)