Acehtraffic.com - Pemimpin Yordania, Raja Abdullah kedua menuntut jalur diplomasi untuk menyelesaikan krisis di Suriah. Hal ini disampaikan Raja Abdullah kedua saat menyampaikan pidatonya di sidang Majelis Umum PBB.
Seperti dilaporkan Mehrnews mengutip situs al-Intiqad, Raja Abdullah kedua di pidatonya seraya meminta masyarakat internasional untuk membantu masalah pengungsi Suriah juga menekankan jalur diplomasi di Damaskus.
Ia menambahkan, aksi kekerasan di Suriah harus segera dihentikan dan proses transisi kekuasaan di negara ini jalankan secepatnya, karena solusi politik akan memulihkan stabilitas dan keamanan di negara ini serta menjamin persatuan.
Raja Yordania ini mengungkapkan, "Yordania akan mengerahkan segenap upayanya untuk mendukung misi Lakhdar Brahimi, utusan khusus PBB dan Liga Arab untuk urusan Usriah."
Di pidatonya, Raja Abdullah kedua juga mengecam film penistaan terhadap kesucian Rasulullah Saw dan menyeru pemimpin dunia untuk mencegah berlangsungnya aksi serupa di masa mendatang.
Raja Abdullah kedua seraya memperingatkan langkah-langkah Rezim Zionis Israel di Baitul Maqdis menekankan, "Masyarakat internasional harus melayangkan pesan kepada Israel bahwa segala bentuk upaya untuk memberangus identitas Arab, Islam dan Kristen di Bautil Maqdis tidak dapat diterima.| AT | M | Irib |

