Lhokseumawe |
Acehtraffic.com – Puluhan warga Desa binaan Perusahaan PT. Arun NGL melakukan
unjuk rasa di depan pintu utama menuju ke kilang gas [Plant Site] perusahaan tersebut. Selasa, 18 September
2012.
Para warga tersebut menuntut
agar pihak perusahaan memprioritaskan warga Desa binaan untuk bekerja di perusahaan
Migas tersebut, karena warga menilai yang membangun kilang gas PT. Arun NGL
adalah warga di Desa binaan.
“80 persen yang bekerja di
PT. Arun adalah orang luar dan 20 persen adalah warga Desa binaan”, ujar
Muhammad MY, SAg, Ketua Forum Keuchik dan Pemuda Desa binaan.
Seharusnya, sambung
Muhammad, posisi itu terbalik. 80 persen warga Desa Binaan, 20 persen pekerja
dari luar, karena yang membangun kilang
gas PT. Arun adalah warga Desa binaan, sekarang ketika kilang itu sudah
terbangun megah kenapa warga setempat tidak bisa bekerja?
Muhammad menambahkan, para
warga Desa binaan mempunyai skil yang cukup. Mereka mampu untuk bekerja di
perusahaan Migas tersebut, semuanya dari mereka itu telah terlatih.
Sementara itu, ketua Ikatan Keluarga
Blang Lancang dan Rancong [IKBAL] T. H. Syamaun mengatakan, penyebab terjadinya
kemarahan warga sehingga harus melakukan unjuk rasa disebabkan karena manajemen
perusahaan PT. Arun NGL buruk.
“Ini semua terjadi karena
manajemen PT. Arun buruk”, tutur T. H. Syamaun.
Warga yang melakukan unjuk
rasa tersebut, terdiri dari 12 Desa Binaan dan satu organisasi, yaitu: Desa
Meuria Paloh, Paloh Dayah, Paloh Punti, Cot Trieng, Padang Sakti, Loskala,
Blang Pulo, Batupaht Timur, Batuphat Barat, Ujong Pacu, Ujong Blang, Blang Naleung
Mameh dan organisasi IKBAL.| AT | AG |

