Acehtraffic.com - Menyusul protes yang dilakukan petinggi Jordania terhadap rezim Israel sehubungan dengan sikap Tel Aviv yang menghambat program nuklir negaranya, hari ini sebuah harian terbitan rezim Israel menulis laporan soal Israel yang akan membantu program nuklir Jordania.
Mehrnews (23/09) mengutip Hareetz melaporkan, para petinggi Tel Aviv membantah pernyataan Abdullah Kedua raja Jordania tentang sikap Israel yang menghambat program nuklir negara ini, dan mengumumkan tentang dukungan Tel Aviv atas program ini.
Berkenaan dengan hal ini Malik Abdullah mengatakan, Tel Aviv adalah pihak yang paling menentang program nuklir Jordania, ketika kami memutuskan untuk mulai memanfaatkan energi nuklir bertujuan damai sejumlah negara mendukung kami, akan tetapi Israel menentang kerja kami ini dan memaksa negara-negara yang mendukung untuk memutuskan hubungannya dengan kami.
Jordania adalah negara yang memasok 95% kebutuhan energinya dari negara-negara luar. Akan tetapi beberapa bulan terakhir terlebih pasca jatuhnya Mubarak di Mesir, terjadi peledakan pipa-pipa penyalur gas milik negara ini yang menyebabkan terhentinya ekspor gas ke Jordania dan mengakibatkan kesulitan bagi negar ini.
Seperti diketahui 80% energi yang dibutuhkan Jordania dipasok dari Mesir, oleh karena itu negara ini sedang mencari pengganti energi yang masuk dari Mesir tersebut dan memutuskan untuk mulai memanfaatkan energi nuklir.
Sebelumnya Abdullah Kedua mengatakan bahwa energi nuklir adalah energi yang sangat murah yang dapat menjadi pengganti energi impor.| AT | M | Irib |
Mehrnews (23/09) mengutip Hareetz melaporkan, para petinggi Tel Aviv membantah pernyataan Abdullah Kedua raja Jordania tentang sikap Israel yang menghambat program nuklir negara ini, dan mengumumkan tentang dukungan Tel Aviv atas program ini.
Berkenaan dengan hal ini Malik Abdullah mengatakan, Tel Aviv adalah pihak yang paling menentang program nuklir Jordania, ketika kami memutuskan untuk mulai memanfaatkan energi nuklir bertujuan damai sejumlah negara mendukung kami, akan tetapi Israel menentang kerja kami ini dan memaksa negara-negara yang mendukung untuk memutuskan hubungannya dengan kami.
Jordania adalah negara yang memasok 95% kebutuhan energinya dari negara-negara luar. Akan tetapi beberapa bulan terakhir terlebih pasca jatuhnya Mubarak di Mesir, terjadi peledakan pipa-pipa penyalur gas milik negara ini yang menyebabkan terhentinya ekspor gas ke Jordania dan mengakibatkan kesulitan bagi negar ini.
Seperti diketahui 80% energi yang dibutuhkan Jordania dipasok dari Mesir, oleh karena itu negara ini sedang mencari pengganti energi yang masuk dari Mesir tersebut dan memutuskan untuk mulai memanfaatkan energi nuklir.
Sebelumnya Abdullah Kedua mengatakan bahwa energi nuklir adalah energi yang sangat murah yang dapat menjadi pengganti energi impor.| AT | M | Irib |

