News Update :

Diduga Dianiya Oleh Sang Ibu, Bocah 8 Tahun Terancam Lumpuh

Senin, 24 September 2012



Kutai Kartanegara | Acehtraffic.com - Nur Aidah (8), murid di bangku kelas 2 SD 004 PAL VII Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, terancam lumpuh. Aidah mengalami patah tulang, diduga akibat berulang kali dianiaya Lia Romahah, yang tidak lain ibu kandungnya sendiri.

Aidah kini dalam perawatan intensif medis RSUD AM Parikesit, Tenggarong, Kutai Kartanegara. Tim dokter rumah sakit terus memantau perkembangan kesehatan Aidah, yang mengalami patah tulang disejumlah anggota tubuhnya.

"Aidah mengalami patah lengan dan di paha. Patah lengan dan di paha itu, sudah dalam jangka waktu lama. Hanya saja tumbuhnya tulang baru, tidak beraturan," kata Direktur RSUD AM Parikesit dr Teguh Widodo Slamet, saat ditemui dikediamannya, Jl Imam Bonjol, Tenggarong, Minggu (23/9/2012).

Untuk mengetahu jelas penyebab patah tulang yang dialami Aidah, tim dokter memerlukan waktu untuk melakukan observasi lebih mendalam. Tim dokter yang dilibatkan antara lain dokter anak, dokter kejiwaan, dokter ahli syaraf, dokter jantung hingga dokter bedah.

"Karena kecurigaan mengarah kepada kekerasan anak, maka dari itu saya membentuk tim dokter dari berbagai disiplin ilmu untuk memonitor Aidah," ujar Teguh.

"Sementara ini, kita fokus terlebih dahulu untuk pemenuhan kebutuhan gizinya di tubuh Aidah. Karena dia mengalami penurunan kemampuan gerak, untuk duduk pun kedua tangannya harus dipegangi," tambahnya.

Menurut Teguh, tim medis enggan menduga-duga, lantaran saat ini masih bekerja untuk menanganinya secara serius. Meski pengakuan dan bukti fisik terkait kondisi terkini Aidah mencuatkan indikasi bahwa bocah tersebut mengalami kekerasan fisik, Teguh kembali menegaskan timnya masih memerlukan waktu untuk memastikannya.

"Bukti fisik memang sudah mengarah. Tapi sekali lagi belum bisa kita pastikan apakah Aidah mengalami kekerasan fisik. Kita masih perlu waktu dan saat ini yang terpenting memulihkan kesehatan gizinya dahulu," terang Teguh.

"Terkait biaya medisnya, di pemerintah kabupaten telah menanggungnya melalui Jamkesda. Apakah nanti perlu dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas yang lebih, itu nanti kita lihat," tutupnya.
| AT | M | DT |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016