News Update :

"Pantang Datang Sebelum Padam"

Sabtu, 08 September 2012


Acehtraffic.com - Miris rasanya jika memandang puing-puing sisa dari rumah yang terbakar kemarin malam, Kamis 6 September 2012. Setidaknya 12 unit rumah berkonstruksi kayu di jalan Medan – Banda Aceh, Desa Meunasah Mesjid, Gg. Hj. Aminah Cunda Kota Lhokseumawe hangus dilalap si jago merah sekira pukul 21.30 WIB.

Sementara satu unit rumah permanen dan tiga bangunan ruko yang berada disekitar kebakaran tersebut nyaris hangus menjadi arang ketika api menjilati bagian dapur rumah dan ruko tersebut.

Api yang menjalar dari sebuah rumah kontrakan milik Zainuddin dan menghanguskan belasan rumah lainnya diduga akibat arus pendek.

Tidak jauh dari lokasi kejadian, masih dikecamatan yang sama kecamatan Muara dua, wilayah Cunda sekitar lebih kurang 3 km dari lokasi kebakaran sebuah kantor dinas pemadam kebakaran milik pemko Lhokseumawe bertengger disamping Hotel Lido Graha.

Di kecamatan Banda Sakti disekitar pasar inpress Lhokseumawe yang juga tidak jauh dari lokasi kebakaran, sebuah kantor dinas pemadam kebakaran milik pemkab Aceh Utara juga berada diwilayah pemko Lhokseumawe.

Namun anehnya ketika kebakaran  terjadi, petugas pemadam kebakaran se-akan  tidak mampu  menjalankan tugasnya berpacu dengan cepat dan mengalahkan tajamnya api yang menyambar.

Seperti yang pernah terjadi saat kebakaran menimpa Toko Sabana di di Jln Listrik, dimana saat itu api sedang lahap menyambar toko, pemadam juga datang dengan perut kosong alias tanpa air, beberapa warga ngamuk dan meninju badan mobil.

Api pun dengan aman melahap toko yang menjual barang kelontong itu.

Tak heran jika kondisi ini Motto 'Pantang Pulang Sebelum Padam' untuk pasukan penjinak sijago merah ini, tergantikan dengan  sebutan atau celotehan pemadam kebakaran  'Pantang Datang Sebelum Padam’.

Banyaknya rumah yang hangus terbakar dalam insiden di Cunda  itu, terkadang menjadi tanda tanya masyarakat  berada di lokasi panik saat insiden terjadi, pasalanya  kantor pemadam kebakaran tidak jauh berada dari lokasi kebakaran, apakah ini bukti ketidaksiapan petugas pemadam, atau ada kendala lain ? Atau lambat mengetahui adanya kebakaran?

Lorong rumah padat penduduk sempit. Banyaknya warga yang membantu memadamkan api atau sekedar menonton menjadi hambatan bagi petugas pemadam ketika bekerja karena mobil tanki air tidak leluasa memasuki lorong-lorong sempit dipenuhi masyarakat.

Teriakan-teriakan keras warga yang panik juga menambah kebingungan petugas pemadam ketika menjalankan tugasnya.

Ketika petugas hendak memutuskan arus listrik terlebih dahulu masyarakat meneriaki dengan keras terhadap petugas ini untuk segera menyiram air ke rumah yang sedang dilalap api sehingga petugas pun menjadi ikut-ikutan panik.

Ketika sedang menyiram disatu sisi, warga meneriaki agar menyiram disisi lain sehingga petugas pun mengarahkan selangnya ke sisi lain dan begitu seterusnya sehingga yang menjadi komandan pemadam kebakaran di lapangan adalah warga bukan dari petugas pemadam tersebut.

Tidak tanggung-tanggung, 12 mobil pemadam kebakaran dikerahkan termasuk dua unit dari PT Arun NGL sehingga mampu meminimalisir angka kerugian.

Meski mungkin menurut petugas pemadam,  kebakaran ini adalah suatu hal yang wajar dan merupakan suatu yang tidak pernah diharapkan.  Namun,  tidak bagi mereka yang telah kehilangan rumahnya.

Begitu juga dalam bekerja petugas pemadam kebakaran merasa sudah maksimal melaksanakan tugas, jikapun dianggap kurang maksimal, maka biasanya keluar berbagai alasan  seperti banyaknya warga yang membantu dan menonton sehingga itu dianggap mengganggu tugas mereka begitu juga  lorong yang sempit juga dijadikan alasan karena mobil armada mereka tidak bisa masuk kedalam lorong tersebut.

Menempati bagian dunia yang "alakadar ini" tentu  alasan diatas bakal  bertahan hingga tahun berikutnya, pasalnya hampir tidak mungkin lorong sempit produk lama itu di perbesar untuk bisa dilewati mobil berukuran besar. Karena dimasa silam tidak ada setplan yang mewajibkan  jika membangun rumah atau membuat lorong diwajibkan harus dapat dilewati mobil pemadam.

Sudah saatnya pemerintah memikirkan sistim emergency ditengah pemukiman padat, dan dilorong kecil, agar bila insiden kebakaran terjadi dengan cepat dapat tertangani, dan terbantahkan celotehan warga bahwa pemadam kebakaran 'Pantang Datang Sebelum Padam"

Penulis adalah Herman warga Lhokseumawe

Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016