News Update :

Ayahnya Meninggal, PM Julia Gillard Tinggalkan KTT APEC Untuk Kembali ke Australia

Minggu, 09 September 2012

Acehtraffic.com - Perdana Menteri Julia Gillard shock dengan berita meninggalnya John Gillard ayahnya dan bersiap-siap kembali ke Australia meninggalkan Rusia secepat mungkin.

Dalam release yang dikeluarkan oleh kantor Perdana Menteri Australia dikatakan bahwa Julia Gillard berupaya kembali secepat mungkin ke Adelaide untuk bergabung dengan keluarganya yang berduka. Menteri Perdagangan Craig Emerson akan menggantikan posisinya di KTT APEC melanjutkan pertemuan dengan kepala negara lainya.

Gillard mengatakan, ayahnya - pensiunan perawat hidup cukup bahagia dan meninggal pada usia 83 tahun.

"Ia sakit dalam beberapa tahun terakhir, namun tetap saja kematiannya mengagetkan saya dan seluruh kelurga," ujarnya dalam pernyataannya kepada media.

"Ayah saya merupakan inspiriasi saya. Ia mengajarkan kepada saya, tidak ada sesuatu yang datang begitu saja, butuh kerja kera. Ia menunjukkan kepada saya apa makna kerja keras."

"Ia juga mengajarkan bagaimana tetap bersemangat dan adil. Ia mengajarkan untuk menyakini partai Buruh dan juga nilai-nilai dalam serikat buruh. "

"Namun dari semua itu ia mengajarkan untuk selalu senang belajar dan memahami bagaimana kekuatan pendidikan yang dapat merubah nasib orang. "

"Saya akan merindukan dirinya sepanjang hidup saya."

Presiden Rusia Vladimir Putin, yang menjamu  KTT APEC di Vladivostok, sebelumnya mengumumkan berita tersebut kepada para kepala negara yang hadir dalam pertemuan APEC.

"Dalam awal pertemuan ini, saya ingin mengumumkan ayah PM Menteri Australia Julia Gillard telah meninggal dunia. Ijinkan saya menyampaikan rasa duka atas nama semua kepala negara yang hadir disini. " Kata Putin.

John Gillard bermigrasi ke Australia dari Wales tahun 1966, bersama istrinya Moira and Julia Gillard, yang masih balita saat itu.
John Gillard ayah PM Julia Gillard memeluk putrinya tahun 2010 (Credit: ABC) 
Pada tahun 2006 lalu PM Gillard  berbicara mengenai keluarganya termasuk ayahnya pada program televisi ABC, Australian Story. Ia menggambarkan ayahnya sebagai pria yang "sering mempertanyakan sesuatu hal".

"Satu hal yang saya kagumi dari ini adalah kemampuannya untuk bekerja keras. Kalau melihat ke belakang sekarang, saya tidak bisa membayangkan bagaimana seseorang bisa bekerja keras seperti yang ia lakukan, " kata Gillard.

"Ia selalu ingin memastikan bahwa kami sekeluarga hidup cukup secara ekonomi di Australia. Ia ingin memastikan kami mendapatkan apa yang dibutuhkan."

"Saya belajar dari ayah saya kemampungan untuk menyanyangi, ia orang yang sangat lembut dan penyanyang."

"Saya ingat meskipun ia bekerja dengan jadwal kerja sebagai perawat hingga malam, setelah kerja ia akan membantu tetangga kami yang cacat dan butuh bantuan. Saya belajar itu dari ayah saya."

Dalam KTT APEC Gillard menguraikan tentang pendidikan Australia dan respon pemerintah terhadap kajian pendidikan yang dibuat oleh pengusaha dan tokoh Australia David Gonski.

Kepada para pelaku bisnis di APEC ia bertekad menjadikan Australia masuk lima besar dunia dalam bidang pendidikan pada tahun 2025.

Tuan rumah  Rusia juga memprioritaskan pendidikan serta telah membangun universitas baru yang cukup besar di pulau  Vladivostok dengan tujuan dapat menarik pelajar dari negara-negara terdekat di Asia. (*) | AT | Z | RadioAustralia
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016