News Update :

Mahfud MD: Film "Innocent of Muslims" itu Sampah!

Kamis, 20 September 2012



Jakarta | Acehtraffic.com - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menegaskan film kontroversial "Innocent of Muslims" hanyalah film sampah. Pembuat film tersebut Nakoula Basseley Nakoula bahkan disebut Mahfud tidak lebih sebagai orang yang memiliki gangguan jiwa.

"Film itu film sampah dan pembuatnya, Nakuola itu tidak lebih dari orang gila. Jadi seharusnya tidak perlu ada reaksi berlebihan atas film ini," tegas Mahfud di Gedung PBNU, Jakarta.

Ditambahkan Mahfud bahwa reaksi yang ditunjukkan sebagian orang atas film ini seharusnya tidak perlu dilakukan. "Demonstrasi yang terjadi belakangan ini berlebihan. Untuk apa didemo? Nakuola itu terlalu kecil untuk didemo seperti itu. Niatnya hanya ingin mengadu domba antar umat beragama," ujar Ketua MK tersebut.

Mahfud menyatakan komentarnya terkait film ini dalam dalam Dialog Kekerasan Atas Nama Agama: Kasus Film "Innocent of Muslims" yang digelar oleh Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP). Selain Mahfud sejumlah tokoh dan pemuka agama juga hadir sebagai pembicara dalam dialog ini yakni Albertus Patty dari Persatuan Gereja Indonesia (PGI), Uskup Agung Jakarta Ignatius Suharyo, tokoh agama Budha Bante Sri Pannavaro, tokoh Muhammadiyah Imam Addaruqudni, tokoh NU Masdar Mas'udi dan Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim.

Dialog ini diselenggarakan untuk menyampaikan pernyataan sikap ICRC melihat kekisruhan yang timbul akibat peredaran film "Innocent of Muslims". Organisasi lintas agama yang menyerukan perdamaian itu mengatakan mereka mengecam setiap bentuk penistaan terhadap agama dan menolak kekerasan sebagai jalan keluar mengatasi persoalan tersebut.

Selain itu di kesempatan yang sama  Mahfud juga menyinggung demonstrasi yang kental menyuarakan sikap anti-Amerika Serikat (AS). Menurutnya, AS sama sekali tidak memiliki keterkaitan atas peredaran film ini.

"Kenapa harus ada unjuk rasa anti-AS? AS sama sekali tidak ada keterlibatan dalam film ini. Nakuola adalah warga Mesir yang kemudian tinggal di AS dan membuat heboh kita semua dengan film sampahnya itu. Undang Undang di AS membolehkan pembuatan film seperti ini, hukum di setiap negara-negara kan berbeda. Lagipula kenapa yang aksi protes berujung pada perusakan fasilitas publik?," tanya Mahfud.

Menurut Mahfud unjuk rasa dengan mengedepankan kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah. Namun Ketua MK ini sepakat perlu adanya sebuah aturan internasional untuk mengatasi persoalan yang memicu kekisruhan seperti ini.

"Perlu ada aturan internasional mungkin yang dibuat oleh PBB agar kita tidak buang energi percuma untuk menyelesaikan persoalan-persoalan seperti ini," tegasnya.

Sementara itu pernyataan senada diungkapkan oleh Uskup Agung Jakarta Ignatius Suharyo. Menurutnya "Innocent of Muslims" tak lebih bagus dari film pendek yang dibuat anak-anak.

"Supaya diketahui semua orang, bahwa mengolok-olok orang yang dihormati dan disanjung itu menyenangkan karena dapat menarik perhatian. Itulah yang dilakukan pembuat film tersebut," ujar Ignatius.

Bahkan Ignatius menyerukan agar seluruh pihak mengabaikan film "Innocent of Muslims" ini karena hanya menyebarkan kebencian antar umat beragama semata. "Agama tidak lagi berarti ketika agama tidak menjadi solusi atas penyelesaian berbagai masalah melainkan menjadi masalah itu sendiri," ungkap Ignatius.
| AT | M | OZ |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016