Jakarta | Acehtraffic.com - Wulan, salah satu korban ledakan di Depok dikenal sebagai kembang desa. Dia beserta adik, kakak, dan ayahnya sudah mengontrak di tempat itu selama lima tahun.
Sepengetahuan Dedi, warga setempat, di dalam rumah itu tinggal enam sampai tujuh orang, salah satunya Wulan. Dia mengatakan Wulan sering membeli pulsa di toko miliknya. "Umur Wulan kira-kira 22 sampai 24 tahun. Waktu ledakan terjadi Wulan dan bapaknya ada di belakang," kata Dedi, Minggu (9/9).
Menurut Dedi, spanduk Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara belum lama dipasang. "Spanduk itu kira-kira baru dua bulan dipasang," ujar Dedi.
Usai ledakan, Dedi melihat seorang pria merangsek masuk terlentang ke dalam kontrakan. Tubuhnya terlihat hitam terpapar mesiu. "Rambutnya keriting, agak gempal, tinggi sekitar 168, usia antara 19 sampai 23 tahun," lanjut Dedi.
Salah seorang warga yang tinggal di dekat ledakan rumah di Beji, Depok, Herson (40) mengaku ada suara teriakan minta tolong. Teriakan itu terjadi sesaat setelah terjadi terdengar ledakan. "Ada seorang perempuan di dalam rumah tempat lokasi ledakan terjadi. Perempuan itu berteriak minta tolong tak lama setelah ledakan terjadi," kata Herson.
Ledakan itu terjadi di Jalan Kecipir Raya, RT04 RW13 nomor 63, Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, Depok, Jawa Barat, Sabtu (8/9). Insiden terjadi sekitar pukul 21.30 WIB.
Berdasarkan keterangan dari anggota polisi, ledakan itu diawali rentetan ledakan kecil. "Lalu berakhir dengan satu ledakan keras," kata sumber di kepolisian yang enggan disebutkan namanya.| AT | M | MR |

