Acehtraffic.com - Seorang wartawan senior yang berdomisili di Amerika Serikat, Fareed Zakaria mengatakan, Dinas Intelijen Pusat AS (CIA) berada di balik kematian mantan Wakil Presiden Mesir Omar Suleiman dan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Nayef bin Abdul Aziz Al Saud.
Berbicara dalam program TV bertema al-Haghigheh di saluran satelit Arab, Zakaria mengatakan ia dihubungi oleh Suleiman melalui telepon beberapa menit sebelum kematiannya dan mengaku bahwa hidupnya dalam bahaya dan CIA telah menargetkan dia dengan radiasi laser.
Zakaria menambahkan Suleiman dalam percakapan itu memberitahukan kepadanya bahwa putra mahkota Saudi juga dibunuh dengan radiasi laser oleh agen mata-mata AS.
Suleiman adalah wakil terakhir diktator Mesir Hosni Mubarak dan salah satu penasihatnya yang paling terpercaya. Dia menjadi pusat perhatian setelah diangkat sebagai wakil presiden beberapa hari sebelum Mubarak digulingkan dalam kebangkitan rakyat tahun lalu.
Suleiman meninggal di rumah sakit di AS pada usia 76 tahun. Dia meninggal pada tanggal 19 Juli di Cleveland Clinic. Pihak rumah sakit menyatakan kematiannya adalah karena komplikasi dari amiloidosis, penyakit yang mempengaruhi beberapa organ, termasuk jantung dan ginjal.
Sementara itu, Pangeran Nayef telah berkunjung ke beberapa negara untuk alasan medis, termasuk Aljazair dan AS sebelum dia diumumkan meninggal pada 16 Juni.
Pangeran Nayef meninggal di Jenewa pada usia 78 tahun. Dia adalah calon pewaris Kerajaan Saudi dari Raja Abdullah. Ia diangkat sebagai Putra Mahkota pada Oktober, setelah kakak dan pendahulunya, Putra Mahkota Pangeran Sultan meninggal dunia di New York.| AT | M Irib |

.jpg)