
Acehtraffic.com - Pimpinan sayap kanan Prancis Marine Le Pen mengajak warga Prancis agar melarang penggunaan cadar dan topi Yahudi di hari Jumat. Dia menyerukan agar atribut agama dilarang di tempat umum.
Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Sabtu (22/9), masyarakat Prancis sudah menerima pelarangan cadar, tapi mereka mempertanyakan pelarangan topi Yahudi dikenal dengan Kipah.
Le Pen memenangkan sekitar 18 persen putaran pertama pemilihan presiden Prancis tahun ini juga mengajak semua warga melarang shalat di muka umum dan pemerintah tidak seharusnya membiayai pembangunan masjid. Menurutnya, tidak perlu juga memisahkan makanan halal dan haram di sekolah.
Presiden Prancis Francois Hollande mengecam pernyataan Le Pen itu. Menurut dia, semua hal tidak bisa begitu saja digantikan. "Bisa dilakukan hanya mematuhi aturan. Di negara ini ada dua peraturan, republik dan sekular," katanya.
Pemimpin sayap kanan sebelumnya, Jean Francois Cope mengatakan Le Pen tidak begitu paham hukum. Melarang penggunaan Kipah dan cadar menunjukkan perempuan itu tidak paham soal sekuler. "Sekularisme bukan alasan untuk menghapus ekspresi agama di masyarakat," ujarnya.
Dewan Yahudi Prancis menanggapi pernyataan Le Pen, sekuler timbul sebab fanatik agama. Dewan Muslim Utama di Prancis mengatakan pimpinan sayap kanan itu hendak mendirikan rezim di Negeri Menara Eiffel ini.| AT | M | MR |
Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Sabtu (22/9), masyarakat Prancis sudah menerima pelarangan cadar, tapi mereka mempertanyakan pelarangan topi Yahudi dikenal dengan Kipah.
Le Pen memenangkan sekitar 18 persen putaran pertama pemilihan presiden Prancis tahun ini juga mengajak semua warga melarang shalat di muka umum dan pemerintah tidak seharusnya membiayai pembangunan masjid. Menurutnya, tidak perlu juga memisahkan makanan halal dan haram di sekolah.
Presiden Prancis Francois Hollande mengecam pernyataan Le Pen itu. Menurut dia, semua hal tidak bisa begitu saja digantikan. "Bisa dilakukan hanya mematuhi aturan. Di negara ini ada dua peraturan, republik dan sekular," katanya.
Pemimpin sayap kanan sebelumnya, Jean Francois Cope mengatakan Le Pen tidak begitu paham hukum. Melarang penggunaan Kipah dan cadar menunjukkan perempuan itu tidak paham soal sekuler. "Sekularisme bukan alasan untuk menghapus ekspresi agama di masyarakat," ujarnya.
Dewan Yahudi Prancis menanggapi pernyataan Le Pen, sekuler timbul sebab fanatik agama. Dewan Muslim Utama di Prancis mengatakan pimpinan sayap kanan itu hendak mendirikan rezim di Negeri Menara Eiffel ini.| AT | M | MR |
