
Houston | acehtraffic.com - Petugas kesehatan melaporkan pada hari Jumat (21/09), sebanyak 36 orang terinfeksi virus West Nile dan 1 orang dilaporkan meninggal dunia akibat virus tersebut di negara bagian Lousiana Amerika Serikat, sehingga menambah angka kematian menjadi 11 orang di negara bagian itu.
Pada tahun ini, virus yang ditularkan melalui nyamuk telah mencapai 251 orang,merupakan angka tertinggi infeksi West Nile di Louisiana dalam beberapa tahun belakangan ini, sebagaimana dilaporkan situs berita NOLA.com, mengutip data statistik dari Departemen Kesehatan setempat.
Untuk mencegah infeksi, petugas kesehatan mengajak masyarakat untuk tinggal di dalam rumah menjelang senja dan subuh,karena saat itu nyamuk kemungkinan besar berkerumun, mengenakan baju lengan panjang dan celana panjang saat keluar rumah, menghilangkan genangan air, memastikan jendela aman, dan menggunakan bahan kedap.
"Hal ini sangat penting untuk mengambil tindakan pencegahan terhadap penyakit yang berpotensi fatal, terutama saat musim gugur dan orang mulai menghabiskan lebih banyak waktu di luar rumah, " kata Sekretaris Departemen Kesehatan dan Rumah Sakit Lousiana, Bruce D. Greenstein, dalam rilis berita.
AS mengalami wabah terburuk virus West Nile. Sejumlah 134 orang di negara itu telah meninggal dunia akibat Virus West Nile dan lebih dari 3.000 lainnya telah jatuh sakit tahun ini.
Para ilmuwan memperkirakan korban tewas meningkat hingga Oktober karena lebih banyak kasus yang dikonfirmasi dan cuaca panas berlanjut.
Virus West Nile pertama kali diidentifikasi di Uganda pada tahun 1937, merupakan penyakit yang ditularkan melalui nyamuk yang menyebabkan penyakit neurologis yang serius dalam beberapa kasus. Gejalanya meliputi demam mendadak, sakit kepala, pusing mual, dan lemah otot. | AT | Z | Xinhua
