Lhokseumawe | Acehtraffic.com - Kepala Dinas Perhubungan Perhubungan, Pariwisata dan Kebudayaan Kota Lhoksumawe, Miswar, SE, MSP membenarkan bahwa pihaknya memang belum menjalankan proyek yang bersumber dari anggaran tahun 2012. Selasa, 28 Agustus 2012.
“Memang benar proyek tersebut belum dilaksanakan, nantinya pada bulan September tahun ini proyek tersebut selesai dilaksanakan”, kata Miswar.
Proyek yang akan dilaksanakan pada bulan September berupa, pembangunan taman digital yang menghabiskan anggaran sebesar 35,000.000. Pembangunan taman digital tersebut akan dilaksanakan di Taman Riyadah Kota Lhokseumwe.
Begitu juga dengan pemasangan warning light yang akan ditempatkan di depan Mapolres Lhokseumawe dan Mapolsek Muara Dua yang memakan anggaran senilai Rp.120..000.000,00, pengerjaanya akan dilakukan pada bulan September.
Namun Miswar membantah bahwa pada tahun ini ada dilakukan pengadaan traffic light/warning light yang senilai Rp. 121.050.000.00.
“Kita tidak melakukan pengadaan traffic light/warning light pada tahun ini”, ujar Miswar.
Mengenai banyaknya traffic light yang padam dan rusak, menurut pengakuan Miswar, kerusakan tersebut disebabkan karena seringnya terjadi mati lampu di Kota Lhokseumawe sehingga IC traffic light tersebut menjadi hangus.
“Di Lhokseumawe sering mati lampu sehingga menyebabkan IC traffic light menjadi hangus, itu sebabnya banyak traffic light yang pada”, tutur Miswar.
Dana pemeliharaan traffic light, sambung Miswar sebesar 35.000.000 memang tidak cukup dipergunakan untuk merawat traffic light tersebut. untuk tahap I pemakaian anggaran perawatan traffic light sebesar Rp. 5.000.000 dan tahap II sebesar Rp. 14.000.000.
Mengenai anggaran Pengelolaan dan Pengembangan Pelestarian Peningalan Sejarah Purbakala, awalnya Miswar mengaku hanya sebesar Rp. 38.000.000, namun reporter The Aceh Traffic melakukan konfirmasi ulang karena terjadi perbedaan.
Di dalam buku Peraturan Walikota Lhokseumawe Nomor 27 Tahun 2011 Tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota Lhokseumawe tahun anggaran 2012, tercantum dana tersebut sebesar Rp. 105.500.000.00.
Kemudian Miswar mengaku dirinya silaf telah mengatakan anggaran Pengelolaan dan Pengembangan Pelestarian Peningalan Sejarah Purbakala sebesar 38.000.000, seharusnya Rp. 105.500.000.00.
“Maaf tadi saya silaf, anggaran tersebut memang Rp. 105.500.000.00, terimaksih telah mengingatkan saya”, ungkap Miswar.| AT | AG |

0 komentar:
Posting Komentar