Samarinda | Acehtraffic.com - Evakuasi korban jatuhnya pesawat Cessna Piper Navajo Chief Tain PA 31 bakal mengalami kesulitan. Wilayah pesawat yang teridentifikasi jatuh di perbukitan Gunung Pilar itu masih berupa hutan.
Berdasarkan informasi yang diterima Bandar Udara Temindung, Samarinda, lokasi bangkai pesawat berada sekitar 19 kilometer dari jalan poros Bontang-Sangatta. Permukiman terdekat dari lokasi bangkai pesawat sekitar 6 kilometer.
"Kondisinya berbukit dan masih hutan, tentu kesulitan evakuasi," kata Rajoki Aritonang, Kepala Bandara Temindung, Samarinda, Sabtu dinihari, 25 Agustus 2012.
Meski diperkirakan akan mengalami kesulitan, evakuasi akan tetap dilaksanakan. Begitu pula dengan pencarian bangkai pesawat, tidak akan dihentikan. "Pencarian terus dilakukan sampai bangkai pesawat ditemukan," katanya.
Sejak Jumat sore, kantor Bandara Temindung, Samarinda, telah dijadikan posko pencarian bangkai pesawat. Posko melibatkan Kepala Polres Samarinda Komisaris Besar Arief Prapto S., Komandan Kodim Samarinda Letnan Kolonel Inf Junaedi M., dan Kepala Bandara Temindung Rajoki Aritonang.
Rajoki mengaku, sejak kemarin sore, banyak warga yang memberi informasi soal keberadaan bangkai pesawat. Pencarian diarahkan ke Gunung Pilar setelah adanya laporan warga yang mendengar dentuman keras. Laporan ini diperkuat dengan identifikasi satelit terhadap bangkai pesawat.
Pesawat Cessna jenis Piper Navajo Chief Tain PA 31 lepas landas dari Bandara Temindung, Samarinda, Jumat, 24 Agustus 2012, pukul 07.51 Wita. Pesawat direncanakan terbang selama empat jam dengan kapasitas bahan bakar hingga enam jam. Sedianya, pesawat kembali ke Bandara Temindung paling lama pukul 13.51 Wita.
Pesawat milik PT Intan Perkasa dengan registrasi penerbangan PK-IWH itu dicarter Elliot Geophysics Internasional untuk pemetaan potensi tambang. Rencananya, pemetaan akan dilakukan selama 10 hari. Pada hari kedua, pesawat itu jatuh. | AT M | TO |


0 komentar:
Posting Komentar