Lhokseumawe | Acehtraffic.com – Ada – ada saja yang terjadi di dunia
pendidikan saat ini. coba bayangkan saja untuk masuk ke sekolah SMKN 1
Lhokseumawe, para wali murid harus membayar uang sebesar Rp. 200.000 yang
digunakan untuk membeli kursi. Senin, 9 Juli 2012.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh wali murid yang memasukkan anaknya
ke sekolah itu ketika ditemui oleh reporter The Aceh Traffic siang tadi. “Memang
kami ada dimintai uang sebesar Rp. 200.000 yang katanya sumbangan untuk membeli
kursi untuk anak kami”, ujar salaseorang wali murid yang tidak mau disebutkan
namanya.
Sementara itu,
Kepala Sekolah SMK N 1 Lhokseumawe, Rusli, MM
ketika dikonfirmasi The Aceh Traffic mengatakan pihaknya memang harus terpaksa
untuk mengutip sumbangan tersebut kepada siswa-siswa yang masuknya terlambat
karena tidak ada tempat duduk.
“Kami memang
terpaksa harus melakukan itu, tapi sumbangan itu hanya berlaku bagi siswa yang
masuknya terlambat, yaitu sebanyak 42 siswa karena tidak ada tempat duduk, tapi
ini untuk beli kursi, dan bukan pungli”, kata Rusli,
MM.
Sementara itu, Sekretaris Majelis Pendidikan Darah [MPD] Kota Lhokseumawe, Ir. Mustafa MPd mengatakan pihaknya dengan Pemerintahan Kota Lhokseumawe telah membuat kesepatakan agar tidak ada pengutipan di sekolah baik dalam bentuk uang maupun sumbangan.
Sementara itu, Sekretaris Majelis Pendidikan Darah [MPD] Kota Lhokseumawe, Ir. Mustafa MPd mengatakan pihaknya dengan Pemerintahan Kota Lhokseumawe telah membuat kesepatakan agar tidak ada pengutipan di sekolah baik dalam bentuk uang maupun sumbangan.
“Kita
telah sepakat dengan pemerintahan Kota Lhokseumawe untuk tidak adanyan
pengutipan di sekolah baik dalam bentuk uang maupun sumbanga”, tegas Mustafa MPd| AT | AG |


0 komentar:
Posting Komentar