
Jakarta | Acehtraffic.com - Aburizal Bakrie berpidato secara berapi-api ketika deklarasi pencapresan dirinya. Namun sayangnya, sebagian besar simpatisan dan kader Partai golkar meninggalkan ruangan pendeklarasian, saat Ical, panggilan akrab Aburizal Bakrie sedang berpidato berapi-api. Ical kembali hadapi isyarat sial..
Bahkan hampir setengah lebih ruangan aula Sentul Internasional Convention Centre terlihat kosong karena ditinggalkan para simpatisan yang kabur. ''Ha ha ha, separuh massa kabur, konyol ini,'' kata seorang peserta di sini.
Sebagian lain yang bertahan terlihat sedang tertidur dan tidak memperhatikan pidato Ical.
Ini terlihat miris, padahal Ketua Umum Partai Golkar ini berpidato dengan bersemangat hingga serak suaranya.
Ical pun terlihat menghentikan pidatonya dua kali hanya untuk minum agar suaranya kembali normal.
Penetapan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie atau akrab disapa Ical sebagai calon presiden di Pemilu 2014 ternoda. Dua kader Golkar terseret dalam kasus dugaan korupsi, tepat di saat Ical dikukuhkan sebagai capres.
Pengukuhan itu dilakukan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rakornas) III di Hotel Aston, Bogor, Jumat (29/6/2012) malam. Di Jakarta, pada saat yang bersamaan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Ketua Fraksi Partai Golkar di Parlemen, Setya Novanto.
Setya diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi dalam pembahasan perubahan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Dana Pengikatan tahun jamak pembangunan venue Pekan Olahraga Nasional (PON).
Tak hanya itu. KPK juga mengumumkan penetapan tersangka politisi Golkar, Zulkarnaen Djabar. Kasus yang menyeret anggota Badan Anggaran DPR itu tak biasa. Dia diduga korupsi dalam proyek pengadaan kitab suci Al Quran di Kementerian Agama. Dugaan lain, ia juga terlibat dugaan korupsi dalam proyek pengadaan laboratorium komputer Madrasah Tsanawiyah di Ditjen Pendidikan Islam Kemenag 2011.
Kondisi tersebut tentu bertolak belakang dengan pernyataan Ical ketika membuka Rapimnas. Dalam pidatonya di hadapan ratusan petinggi dan kader Golkar, Ical menyinggung derasnya sorotan negatif publik terhadap parpol. Seperti diketahui, publik geram atas berbagai kasus-kasus korupsi yang melibatkan politisi.
"Alhamdullilah, Partai Golkar tidak termasuk yang banyak disorot," kata Ical, yang lantas disambut tepuk tangan kader-kader Golkar.
Bahkan, Ical menyebut kader Golkar boleh berbangga diri dengan berbagai hasil jajak pendapat yang menempatkan Golkar di urutan teratas. Dia mengutip survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dengan hasil elektabilitas Golkar sebesar 20,9 persen dan Soegeng Sarjadi Syndicate dengan angka 23 persen.
Beberapa petinggi Golkar mengaku, pihaknya terpukul dengan penetapan tersangka Zulkarnaen. Pasalnya, kasus dugaan korupsi itu menyangkut kitab suci.
Ketika dikonfirmasi perihal penetapan tersangka Zulkarnaen, Ical dan beberapa petinggi partai lain, seperti Idrus Marham, Hajriyanto Y Thohari, dan Priyo Budi Santoso mengaku tak berprasangka buruk atas langkah KPK di saat hajatan besar partainya.
Ical seakan menghadapi tanda-tanda sial.
"Saya yakin, KPK ketika menetapkan tersangka sudah ada sebabnya. Namun demikian, tersangka belum tentu bersalah," kata Ical. (KCM) | Rimanews.com

0 komentar:
Posting Komentar