Taheran | acehtraffic.com - Iran menyatakan
kesiapannya menggelar pertemuan membahas
solusi konflik Suriah dengan melibatkan semua kubu, terutama pihak pemerintah
Damaskus dan oposisi. Senin 16 Juli 2012.
Jubir Deplu Iran, Ramin Mehmanparast sebagaimana
disiar Irib Indonesia mengatakan, Tehran akan menggunakan semua kapasitasnya
untuk menyelesaikan krisis Suriah dan membangun keamanan di kawasan tersebut.
Ia menambahkan, stabilitas kawasan dipengaruhi keamanan Suriah.
Penyelesaian
masalah Suriah dalam beberapa bulan terakhir di level regional dan
internasional berpusat pada lobi prakarsa Kofi Annan. Prakarsa delegasi
khusus PBB dan Liga Arab itu menjadi tumpuan harapan untuk mengakhiri konflik
berdarah di Suriah. Prakarsa damai itu menegaskan penghentian kekerasan dan
dimulainya dialog nasional di Suriah.
Tehran
mendukung prakarsa damai Kofi Annan untuk Suriah sebagai solusi mengatasi
krisis internal yang diboncengi kepentingan asing. Jubir Deplu Iran
mengungkapkan, dalam situasi saat ini, solusi terbaik untuk menyelesaikan
krisis Suriah adalah mengerahkan dukungan semua negara terhadap penerapan enam
poin prakarsa Annan.
Iran memandang dialog antara pemerintah Damaskus dan oposisi Suriah harus lepas dari intervensi asing dan kekerasan, sehingga rakyat Suriah dapat mengungkapkan tuntutannya secara jelas dan transparan.
Iran memandang dialog antara pemerintah Damaskus dan oposisi Suriah harus lepas dari intervensi asing dan kekerasan, sehingga rakyat Suriah dapat mengungkapkan tuntutannya secara jelas dan transparan.
Para
pengamat politik menilai berlarut-larutnya penyelesaian krisis Suriah
disebabkan beberapa faktor. Pertama, kekuatan lintas regional bersama sejumlah
negara regional yang mempertajam konflik dengan tujuan memecah-belah Suriah.
Pasalnya, sejumlah negara seperti AS dan Israel bersama segelintir negara
regional justru memperkeruh konflik internal Suriah dengan mempersenjatai kubu
oposisi.
Mereka
juga menggelontorkan dana besar-besar untuk mendanai aksi teror yang dilakukan
oposisi bersenjata terhadap rakyat dan pemerintah Suriah. Padahal prasyarat
penyelesaian krisis Suriah adalah menghindari segala bentuk tindakan yang
merongrong kedaulatan negara Arab itu, termasuk menghindari intervensi asing.
Kedua,
penyelesaian konflik Suriah hanya bisa dilakukan oleh orang Suriah sendiri.
Biarkan urusan dalam negeri diselesaikan dari dalam antara pemerintah Damaskus
dan oposisi. Dukungan dari luar hanya untuk mendorong mediasi kedua pihak.
Berdasarkan
kondisi tersebut, yang perlu didorong dari luar adalah proses reformasi, dan
rekonsiliasi nasional sesuai dengan tuntutan rakyat Suriah.
Bagaimana pun
reformasi akan terwujud tanpa campur tangan asing yang memperkeruh situasi dan
kondisi. Ironisnya media mainstream justru menggiring opini publik supaya
memandang penyelesaian krisis Suriah mengalami kebuntuan.
Berdasarkan
realitas ini, diplomasi Iran menghindari penyelesaian prematur dan intervensi
asing. Dan Tehran mendukung cara-cara diplomatis untuk membantu dialog
konstruktif antara pemerintah Damaskus dan oposisi demi mewujudkan tuntutan
rakyat Suriah | AT | R | Irib |


0 komentar:
Posting Komentar